Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Sebuah video yang memperlihatkan biduan dangdut berjoget erotis di atas panggung dengan latar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon.
Dalam video yang beredar, tampak seorang penyanyi perempuan mengenakan pakaian hitam cukup terbuka berjoget dengan gerakan dinilai tidak pantas. Aksi itu terlihat kontras dengan panggung berlatar acara keagamaan serta para pemusik yang mengenakan busana bernuansa agamis. Di sisi panggung, terlihat pula penyanyi lain menunggu giliran tampil dengan pakaian terbuka.
Sejumlah warga tampak menyaksikan pertunjukan tersebut tanpa protes. Bahkan, dalam salah satu cuplikan video, terlihat seorang pria naik ke atas panggung dan berjoget bersama biduan. Video itu pun menuai kecaman dan komentar negatif dari warganet karena dinilai tidak sesuai dengan norma keagamaan.
Berdasarkan penelusuran, peristiwa tersebut berlangsung pada Jumat sore (16/01/26). Menyikapi viralnya video itu, Kapolsek Songgon AKP Puji Wahyono memanggil panitia peringatan Isra Mikraj ke Mapolsek Songgon untuk dimintai klarifikasi.
Ketua Panitia Isra Mikraj, Muhammad Hadiyanto, membenarkan adanya penampilan live musik tersebut. Namun, ia menegaskan kegiatan itu tidak masuk dalam rangkaian acara inti peringatan Isra Mikraj.
“Memang benar ada live musik, tetapi itu dilaksanakan setelah pengajian selesai dan seluruh undangan serta para kiai sudah meninggalkan lokasi,” kata Hadiyanto.
Ia menjelaskan, hiburan musik tersebut hanya diperuntukkan bagi panitia yang sedang melakukan bersih-bersih usai acara. Menurutnya, tidak ada maksud untuk mencederai nilai-nilai keagamaan.
“Live musik itu murni untuk menghibur panitia setelah acara selesai,” ujarnya.
Meski demikian, Hadiyanto mengakui adanya kekhilafan yang berujung kegaduhan di tengah masyarakat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kejadian tersebut.
“Atas nama panitia, kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kejadian ini,” ucapnya.
Panitia juga telah menyampaikan klarifikasi melalui video yang dibuat di Mapolsek Songgon. Mereka berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (CZ)











