Dampak Hujan Deras di Jember: Plengsengan Longsor dan Merusak Bangunan Warga di Tanggul

Comment389 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Akibat hujan deras di wilayah Kabupaten Jember, musibah tanah longsor melanda kawasan pemukiman di Dusun Suko Timur, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, pada Selasa (07/04/2026) dini hari.

Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada hunian warga dan memicu respon cepat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Jember.

Hujan lebat yang mengguyur sejak Senin malam mencapai puncaknya pada pukul 02.00 WIB. Tanah yang jenuh akan air mengakibatkan plengsengan milik Bapak Basir (67) sepanjang 12 meter ambrol. Material tanah dan bebatuan tersebut meluncur menghantam tembok belakang rumah Bapak Bunali (73).

Dampak hantaman tersebut merusak bagian vital rumah, termasuk ruang kamar, dapur, hingga mushola pribadi keluarga. Saat kejadian, Bapak Bunali yang tinggal bersama satu anggota keluarga lainnya beruntung dapat menyelamatkan diri sebelum kerusakan meluas. Total kerugian fisik mencakup area sepanjang 12 meter dengan lebar kerusakan sekitar 3 meter.

Mendapat laporan pada pagi hari pukul 07.40 WIB, tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember segera bergerak. Di bawah komando Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, tim tiba di lokasi pada pukul 11.20 WIB setelah berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Tanggul.

“Kami langsung melakukan kaji cepat (assessment) dan memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” ungkap Edi Budi Susilo Kepala BPBD Jember.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, BPBD Jember mendistribusikan paket bantuan darurat yang meliputi Paket sembako, makanan siap saji, dan tambahan gizi, Selimut, terpal serta paket alat masak. Adapun Paket kebersihan untuk membantu pemulihan pasca-bencana.

Suasana di lokasi kejadian menunjukkan soliditas yang luar biasa. Personel dari Koramil, Polsek, Perangkat Desa, hingga relawan Sahabat Tagana bahu-meneruh bersama warga sekitar melakukan kerja bakti pembersihan material longsoran.

Untuk mencegah risiko longsor susulan mengingat cuaca yang masih tidak menentu, petugas telah memasang terpal pelindung di titik-titik rawan sebagai langkah mitigasi sementara.

Pemerintah Kabupaten Jember tidak berhenti pada bantuan darurat. Melalui tim Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana), pemerintah telah menyiapkan bantuan material berupa 500 buah batu bata untuk memulai proses rehabilitasi bangunan milik Bapak Bunali.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan lereng, untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Jika melihat tanda-tanda rekahan tanah, segera lapor kepada perangkat desa atau BPBD terdekat,” tambah Edi.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bersama. Saat ini, kondisi dilokasi kejadian dinyatakan aman dan terkendali berkat sinergi yang apik antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. (Gusti)

Comment389 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.