Usai Santap MBG, Belasan Murid TK di Jember ‘Tumbang’, 6 Diantaranya Jalani Opname

Comment1,651 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember, kembali menimbulkan korban, Rabu (20/5/2026), sedikitnya 18 murid TK dari 4 lembaga pendidikan di Kecamatan Kaliwates Jember ‘tumbang’ alias keracunan usai menyantap MBG, bahkan 6 diantaranya harus menjalani rawat inap di sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit.

“Ada18 murid TK yang keracunan usai menyantap MBG, 6 menjalani rawat inap, yakni di RSUK 4 anak, di PKM Jember Kidul 1 anak dan di PKM Kaliwates 1 anak,” ujar Dwi salah satu relawan.

Peristiwa ini langsung mendapat perhatian dari Kepala Satgas MBG Kabupaten Jember Ahmad Imam Fauzi, dan pihaknya akan mengevaluasi keberadaan SPPG yang mengirim MBG ke sekolah tersebut.

Dimana MBG yang menyebabkan belasan murid TK mengalami keracunan, berasal dari SPPG Al Mubarok atau Kaliwates 7 yang ada di Jalan Teratai Jember.

“Satgas dengan tegas akan meminta SPPG tersebut untuk ditutup, selain itu, kami sudah memerintahkan kepada seluruh tim Satgas, terutama yang ada di kecamatan-kecamatan, untuk pro aktif turun mengecek kondisi SPPG,” ujar Ahmad Imam Fauzi.

Kasatgas MBG yang juga Pj. Sekda Jember ini dalam siaran persnya juga menyampaikan, bahwa untuk SPPG Al Mubarok yang ada di jalan Teratai Jember, memang sering dikeluhkan oleh sejumlah wali murid, dan masuk ke kanal Wadul Gus’e.

“Kami atas nama Bupati dan Pemerintah Kabupaten Jember, mohon maaf atas kejadian ini, dan kami harap, ini kejadian terakhir yang terjadi di Kabupaten Jember,” jelasnya.

Peristiwa ini juga mengundang reaksi dari DPRD Jember, salah satunya dari ketua Fraksi Nasdem David Handoko Seto, pihaknya meminta kepada Satgas MBG, untuk menindak tegas SPPG yang nakal.

“Kalau perlu di cabut selamanya izin SPPG nya, pemilik harus bertanggung jawab, karena ini menciderai kepercayaan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat,” tegasnya. (Al)

Comment1,651 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.