Pemancing Lansia Ditemukan Meninggal Tengkurap di Muara Lampon Banyuwangi

Comment119 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Aktivitas memancing di kawasan Muara Lampon, Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jumat (22/05/26) pagi berubah menjadi duka. Seorang lansia bernama Ahmad Kusaini (70), warga Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tengkurap di sekitar lokasi memancing.

Korban pertama kali ditemukan oleh dua pelajar yang sedang memancing di kawasan muara tersebut sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui masih sempat berbincang dengan saksi dan terlihat dalam kondisi sehat.

Kanit Reskrim Polsek Pesanggaran Aiptu Heru Prasetyo mewakili Kapolsek Pesanggaran Kompol Maskur mengatakan, awalnya saksi bernama Arjuna Wijaya bersama rekannya tengah memancing sejak pagi hari.

“Korban sebelumnya masih terlihat sehat dan sempat berbicara dengan saksi saat sama-sama memancing di lokasi,” kata Aiptu Heru Prasetyo, Jumat (22/05/26).

Tak berselang lama, saksi melihat korban tiba-tiba terjatuh dalam posisi tengkurap di tepi muara. Mengetahui hal tersebut, saksi langsung berusaha memberikan pertolongan sambil meminta bantuan warga sekitar pantai.

“Saat saksi mendekat dan mencoba menolong, korban sudah tidak bergerak dan dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Petugas Polsek Pesanggaran bersama tenaga medis dari Puskesmas Pesanggaran kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan tenaga medis tidak ditemukan luka baru ataupun tanda kekerasan. Hanya terdapat goresan kulit akibat tersangkut akar di sekitar lokasi,” terang Heru.

Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban berupa tiga buah joran pancing dan satu kursi lipat warna hitam yang digunakan korban saat memancing.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke. Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi dan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan membuat surat pernyataan tidak berkenan dilakukan autopsi,” pungkasnya. (CZ)

Comment119 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.