Hujan Deras, Tanah Longsor Disitubondo Bikin Gedung Cafe Ambruk

Comment3,411 views
  • Share

Situbondo, Kuasarakyat.com – Sebuah bangunan café di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo ambruk setelah di guyur hujan selama tiga jam Senin(3/1/2022). Bangunan pagar dan bangunan cafe tersebut mengalami kerusakan karena tanahnya longsor.
Yayuk, Warga Desa Kotakan mengatakan, peristiwa tanah longsor beserta bangunan yang rusak, terjadi pada waktu dini hari. Insiden tersebut sebelumnya diduga gempa lantaran suara gemuruh yang keras terdengar warga sekitar.

“Kejadiannya itu sekitar tengah malam, keadaan lokasi kejadian sepi. Suara yang terdengar nyaring, sampai dikira itu bencana alam,” ujar Yayuk.

Sebelumnya peristiwa longsor terjadi, Yayuk Mengaku hujan deras selama tiga jam. Setelah hujan reda, tidak ada tanda-tanda akan adanya tanah longsor.

“Sebelumnya memang sempat cuaca hujan sangat deras, dan cukup lama. Diduga peristiwa longsor ini di sebabkan karena bawaan dari hujan, dan lokasinya juga tidak jauh dari aliran sungai,” jelasnya.

Secara terpisah, warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya turut mengatakan, peristiwa bangunan mengalami rusak akibat tanah longsor, akan digunakan sebagai tempat bangunan cafe cabang milik ayah bunda.

“Pemilik bangunan cafe ini sebelumnya sudah diingatkan warga sekitar, bahwa dalam pembangunan bangunan yang berada di sekitar aliran sungai harus menggunakan besi yang kuat. Sebab, dapat menahan dan mengantisipasi terjadinya tanah longsor,” ucapnya.

Masukan yang disampaikan sebagian warga tidak diperhatikan, lantaran pemilik cafe mengaku tidak akan terjadi apa-apa.

“Sekarang ini bangunannya longsor, dan untungnya peristiwanya sendiri terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Sehingga tidak ada warga yang melintas. Pasalnya, di sebelah bangunan itu, banyak warga yang beraktivitas untuk mencari rumput sebagai pakan ternak peliharaannya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, keamanan bangunan bukan hanya untuk digunakan secara pribadi saja. Keselamatan orang lain turut dipertimbangkan, karena sebenarnya warga aktivitasnya mencari rumput disekitar bangunan tersebut. Tepatnya di pinggir aliran air sungai.
“Kami berharap mas, kalau bangunan ini diperbaiki bisa lebih ditingkatkan kekuatan bangunannya. Karena sangat beresiko kalau Sampek warga jadi korban,” pungkasnya.

Secara terpisah, Hendrik pemilik bangunan saat dihubungi melalui via whatshapp mengatakan, dirinya mengaku musibah yang terjadi merupakan bagian dari takdir. “Mungkin karena sudah takdir bangunan itu roboh. Jadi begitu cerita dari saya mas,” ucapnya. (Iw/Bs)

Writer: IwEditor: Bs
Comment3,411 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.