Temui Ahli Waris Korban Ritual Maut, Gubernur Gelar Tahlil dan Doa Bersama

Comment2,058 views
  • Share
Korban Ritual Maut

Jember, kuasarakyat.com – Gubernur Jatim Hj. Khofifah Indar Parawansa Senin (14/2/2022) datang ke Jember dan bertemu dengan 11 ahli waris korban ritual maut yang meninggal di Pantai Payangan Watu ulo Ambulu Jember kedatangan orang nomor 1 Jatim ini untuk memberikan santunan kepada ahli waris.

Tidak hanya memberikan santunan, Gubernur Jatim dengan didampingi jajaran Forkopimda Jember jugamembacakan tahlil dan doa bersama untuk mendoakan almarhum dan almarhumah yang menjadi korban ritual maut.

Kepada sejumlah wartawan, Gubernur menyatakan, bahwa padepokan seperti Tunggal Jati Nusantara yang ada di Jember, adalah fenomena Patologi sosial yang ada di berbagai daerah, sama halnya dengan Padepokan Kanjeng Dimas di Probolinggo, dimana banyak faktor yang mempengaruhinya dengan berbagai permasalah sosial yang ada.

Sehingga untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, baik Pemprop Jatim maupun Pemkab akan melakukan pengawasan terhadap kegiatan kegiatan serupa.

|Baca Juga: Sebelum Berangkat Ritual, Beredar Vidio Jamaah Padepokan Gelar Rukyah di Padepokan

“Kami pemerintah akan melakukan pengawasan terhadap kegiatan seperti ini, pengawas bukan untuk membatasi atau melarang, akan tetapi lebih pada legalitas dan pembinaan, rumusannya akan segera dibahas, apakah dibawah Bakesbangpol atau Bagian Kesra, hal ini perlu dilakukan semata mata untuk tertib sosial dan saling melindungi,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Sementara Bupati Jember H. Hendy Siswanto, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, pihak Pemkab akan membentuk relawan penjaga pantai yang terlatih, sehingga peristiwa serupa bisa diminimalisir dan tidak terulang lagi.

“Agar kejadian serupa tidak terulang, kami Pemkab Jember akan membentuk relawan penjaga pantai yang diambilkan dari warga sekitar, dan akan kami beri pelatihan juga, bahkan relawan ini hari ini juga akan kami beri SK nya, tugas relawan ini untuk membantu pemkab dalam menjaga masyarakat yang sedang berkunjung ke pantai,” pungkas Bupati Jember H. Hendy Siswanto.

|Baca Juga: Pasangan Suami Istri Jadi Korban Ritual Maut, 5 Anak di Ajung Yatim Piatu

Seperti diberitakan sebelumnya, ritual yang dilakukan oleh 23 ‘jamaah’ dari Padepokan Tunggal Jati Nusantara asal Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi Jember, pada Minggu (13/2/2022) dinihari berbuah petaka, saat ritual baru berjalan 1 jam, tiba-tiba ombak besar datang dan ‘menjemput’ jamaah ritual.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, pada Sabtu malam rombongan jamaah Tunggal Jati Nusantara terdiri berangkat dari padepokan dengan menggunakan minibus Elf dengan nopol DK – 7526 VF menuju pantai Payangan Dusun Watuulo Desa Sumberjo Ambulu Jember, dan tiba di lokasi ritual pada pukul 23.00 WIB.

Kemudian 23 jamaah minus Sopir menggelar ritual di pinggir pantai yang ada di selatan Bukit Samboja. “Saat itu salah satu saksi yakni Saladin yang mengelola tempat wisata Bukit Samboja sudah mengingatkan kepada rombongan agar tidak ditepi pantai karena ombak sedang besar, namun mereka tetap nekat menggelar ritual,” ujar Kapolsek Ambulu AKP. Makruf S.Sos saat dikonfirmasi Minggu (13/2/2022) pagi.

Saat sedang ritual itulah, tepatnya pada pukul 00.25 dinihari, ombak besar datang dan menyeret seluruh jamaah, atas kejadian ini, beberapa jamaah yang selamat langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar, dan menghubungi pihak Polsek Ambulu. (Ma)

Comment2,058 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.