Pendidikan Moderasi Beragama di Sekolah, Semangat Membangun Kebangsaan dan Persatuan

Comment1,852 views
  • Share

Oleh : Lilis Indrayani S.HI
Guru MTs. Mambaul Hikmah Darungan Tanggul Jember

 

Fenomena kekerasan dan konflik atas nama agama, belakangan kian massif. Gesekan-gesekan antar etnik dan agama kian meningkat di Indonesia. Muncul kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan agama ingin menghancurkan dan menggoyahkan kedaulatan Republik Indonesia. Untuk menghadapi kemajemukan masyarakat, cara yang paling efektif dan ideal menjaga agar tidak berkembang faham-faham radikal, gesekan antar kelompok ialah melalui pendidikan Islam, Islam moderat dan inklusif.
Dalam upaya mencegah gesekan sosial atas nama agama melalui pendidikan, maka diperlukan sistem pendidikan yang berbasis pada moderasi beragama. Lembaga pendidikan merupakan salah satu wadah dalam mendidik anak dan membentuk karakter kemanusiaan anak didik. Lembaga pendidikan bisa menjadi sarana efektif dalam mentransformasikan nilai-nilai pendidikan. Sehingga lembaga pendidikan memiliki peran penting menyiapkan generasi bangsa yang memiliki nilai-nilai integritas dan cinta tanah air.
Di samping itu, lembaga pendidikan dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai agama. Begitu juga dalam upaya membangun pemahaman islam moderat atau moderasi beragama. Sebab, Indonesia termasuk Negara yang memiliki keragaman, budaya, agama dan ras, sehingga pendidikan moderasi beragama menjadi penting untuk diketengahkan dalam kurikum setiap lembaga pendidikan.
Harus diakui bahwa masyarakat Indonesia terdiri atas ribuan suku beserta budayanya masing-masing, juga agama yang tidak hanya ada satu. Dalam konteks inilah, pendidikan moderasi beragama menjadi penting untuk menghindari perselisihan yang akan terjadi. Perselisihan tersebut ini terjadi sesama umat yang berada satu agama yang sama ataupun berbeda agama. Tujuan dari moderasi beragama ini ialah sebagai penengah masalah yang bersifat dasar atau pokok.
Makna Pendidikan Moderasi Beragama
Secara konseptual, pendidikan moderasi beragama merupakan suatu pendekatan atau konsep dalam pembelajaran agama. Pendekatan dimaksudkan untuk membangun dan menanamkan nilai moderat dalam praktik keberagamaan, sehingga tercipta kerukunan umat beragama. Di samping itu, pendidikan moderasi beragama ini ditujukan untuk membangun kesadaran anak didik tentang nilai-nilai Indonesia yang majemuk dan beragam baik dari aspek budaya, agama dan Ras.
Pendidikan moderasi beragama merujuk pada upaya untuk mempromosikan pendidikan yang menghargai perbedaan agama dan keyakinan serta mendorong sikap toleransi dan saling menghormati di antara para pelajar dan masyarakat. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memperkuat persatuan nasional dan mengurangi konflik sosial yang mungkin muncul karena perbedaan agama dan keyakinan.
Hal tersebut sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh W. Hefni bahwa moderasi beragama didiskusikan, dilafalkan, diejawantahkan, dan digaungkan sebagai framing dalam pengelolaan kehidupan masyarakat indonesia yang multikultural. Adanya hal tersebut tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut terkait bagaimana kebijakan moderasi beragama di Indonesia.
Agenda moderasi beragama yang dikembangkan pemerintah tidak hanya diperuntukkan masyarakat saja, akan tetapi juga dalam lembaga pendidikan. Hal ini bisa dilihat dari lima strategi utama penguatan moderasi beragama salah satunya yaitu penguatan sistem pendidikan dengan sudut pandang moderasi beragama, yang mencakup pengembangan kurikulum, materi dan proses pengajaran, pendidikan untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dan penerimaan tenaga pendidik.
Semangat Kebangsaan
Banyaknya faham-faham yang cenderung memecah belah persatuan, menimbulkan keresahan dalam masyarakat, maka pendidikan moderasi beragama merupakan sarana paling ideal dalam membangun semangat kebangsaan di lembaga pendidikan. Sikap moderat dan toleransi harus terus ditanamkan terhadap generasi bangsa agar integrasi kebangsaan dan kenegaraan terus terjaga. Nilai-nilai dan prinsip dasar negara seperti keberagaman, persatuan, kerakyatan, supremasi hukum, dan kesejahteraan social merupakan entitas yang harus terus dijaga.
Pendidikan moderasi yang mendorong komitmen kebangsaan menjadi penting di tengah banyaknya muncul pula aliran-aliran yang mengajarkan kebencian dengan seseorang yang tidak tergolong kaumnya. Sebab, semangat dan komitmen kebangsaan merupakan sikap penting yang harus ada dalam diri individu atau kelompok masyarakat di Indonesia. Melalui komitmen ini, seseorang atau kelompok masyarakat bersedia menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi.
Implementasi dari komitmen berbangsa dan bernegara dapat diwujudkan melalui pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan pendidikan. Pancasila menjadi pedoman dalam tindakan dan kebijakan pemerintah serta menjadi landasan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. UUD 1945 memberikan dasar hukum bagi pelaksanaan kebijakan dan tindakan pemerintah dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Prinsip-prinsip dasar dalam bernegara yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 perlu terus dipupuk ke dalam diri anak didik atau generasi bangsa.
Dalam konteks itulah, melalui pendidikan moderasi beragama, maka masyarakat, pendidik, tenaga kependidikan dan anak didik diharapkan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi karakter bangsa Indonesia harus terus dijaga untuk memastikan perastuan bangsa Indonesia. Dalam upaya mejaga persatuan ini, pendidikan menjadi sarana penting dalam membangun komitmen berbangsa dan bernegara, generasi muda diajarkan nilai-nilai kebangsaan dan diberikan pemahaman tentang peran dan tanggung jawab sebagai warga Negara.

 

Comment1,852 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.