Jember, Kuasarakyat.com – Sebuah video pengakuan istri kiyai di Kabupaten Jember Viral di Podcast akun YouTube Deny Sumargo. Pengakuan istri kiyai yang juga pengasuh salah satu Ponpes tua di Kabupaten Jember mencengangkan, dirinya mengaku jika sang suami yang telah menikahinya memiliki kelainan seksual yakni suka sesama jenis.
Dari video podcast youtube yang baru diunggah oleh Tim Kreatif Denny Sumargo sekitar 14 jam lalu, Sabtu (4/5/2024).
Menceritakan pengakuan Ning In’am jika kelainan seksual sang suami baru diketahui setelah sepuluh hari menikah, pada tahun 2017 lalu.
Terungkapnya berawal dari saat Ning In’am menemukan dua akun medsos Facebook dan Michat di ponsel milik suaminya. Dua akun medsos itu, memiliki nama dan foto profil palsu.
“Kita (Ning In’am dan suami) sama-sama dari keluarga pesantren. Awalnya saya tidak tahu (kelainan seksual dan perselingkuhan suaminya). Tapi kemudian saat saya membuka HPnya itu ada dua akun Facebook dan Michat di HP milik suami saya. Di sana namanya palsu, juga menggunakan foto profil seorang alumni pondok pesantren suami,” kata Ning In’am saat diwawancarai Denny Sumargo di Medsos Youtube.
Dari dua akun medsos itu, katanya, diketahui ada percakapan tentang transaksi open order (BO) untuk melakukan hubungan seksual.
“Tapi bukan dengan perempuan, tapi dengan W*r*a dan juga ada percakapan dengan perempuan yang sudah berumur. Saya kaget dan masak saya bersaing dengan mereka. Juga ada chat (percakapan) dengan seorang w*r*a yang saya ketahui itu mantannya,” ujar Ning In’am.
Terkait pernikahan antara Ning In’am dengan suaminya, berawal dari perjodohan atau Ta’aruf. Dimana hal itu biasa dilakukan di kalangan pesantren.
“Tapi saat saya tahu ini, ya saya kaget. Bahkan juga saya menyampaikan hal ini ke keluarga suami. Saya sampaikan ke abah dan umi mertua. Saat itu suami saya diminta untuk menghentikan perbuatannya, bahkan sampai mengucapkan sumpah dalam Islam Billahi, Waallahi, untuk meyakinkan. Tapi sampai saat ini itu masih terjadi,” ujarnya.
Ditanya Denny Sumargo dalam podcastnya jika perilaku si pengasuh ponpes dan suami Ning In’am itu apakah sudah diketahui seluruh santri di ponpes asuhannya.
“Katanya si kalau playboy sudah rahasia umum,” ucap Ning In’am menjawab pertanyaan Denny Sumargo.
Lebih lanjut terkait pengakuan Ning In’am mengenai suaminya yang memiliki kelainan seksual itu.
Terkait alasan kenapa Ning In’am memviralkan perilaku menyimpang yang dilakukan suaminya. Ning In’am menyampaikan cukup dirinya sendiri dan tiga anaknya yang jadi korban.
“Memang persoalan saya, tapi anak-anak kan kena dampak dari rusaknya rumah tangga ini. Anak pertama umur 6 tahun, tapi dia (sepertinya) paham. Waktu saya ajak pulang ke sana (rumah suaminya). Ia jawab ‘mama tidak apa-apa ta pulang ke rumah? Nanti mama nangis lagi, Buya (panggilan ayah) kan suka selingkuh,” ujarnya menirukan ucapan anaknya.
“Alasan kedua saya ingin memberikan sanksi sosial kepada pelaku, kenapa? Dia kan sudah diagung-agungkan (sebagai anak turunan kiai). Dianggap Gus, Lora, ataupun (disebut) Raden. Orang nyium tangan dia dibolak-balik, tapi perbuatannya seperti itu. Kemudian yang ketiga, walaupun dijodohkan dengan keluarga pesantren cukup saya korbannya. Kakak saya juga dijodohkan, itu juga korban KDRT sampai pipis nanah, lambungnya luka karena diinjak,” sambungnya menjelaskan.
Lebih lanjut dari kondisi yang dialami Ning In’am, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon. Perempuan warga Kecamatan Tanggul, Jember ini mengaku belum melangkah ke ranah hukum terkait kondisi yang dialami.
“Karena dari viralnya podcast dan lewat medsos Facebook dan Tiktok yang saya lakukan, hanya untuk memberikan efek jera. Apalagi juga hal ini sudsh diketahui suami saya,” kata Ning In’am.
Dia berharap ada perubahan lebih baik dari suaminya yang berinisial K, yang merupakan salah satu Pengasuh Ponpes Inisial A di Jember itu.
Namun demikian, jika apa yang dilakukan olehnya berujung sang suami melaporkan ke polisi. Ning In’am menegaskan akan melakukan lapor balik ke polisi.
“Sejauh ini saya ingin suami lebih baik. Tidak ada keinginan saya melaporkan ke polisi. Meskipun teman-teman saya dari perlindungan perempuan dan di Fatayat menyatakan jika apa yang saya alami adalah bentuk KDRT Psikis. Semoga semua menjadi lebih baik, dan Allah memberikan jalan terbaiknya. Untuk saya juga ketiga anak saya,” tutupnya. (Gusti)







