Indeks

Aneh dan Unik, Ratusan Warga di Gumukmas Dirikan Patung untuk Tolak Pandemi

Comment2,919 views
  • Share

JEMBER, kuasarakyat.com – Ratusan teras rumah warga di beberapa dusun Desa Menampu Kecamatan Gumukmas Jember, belakangan ini terlihat berbeda, yakni adanya penampakan berbagai macam Prakotan (semacam patung-patungan sebagai penangkal berbagai macam penyakit atau patung tolak balak) di depan rumah.

Ukurannya pun beragam, mulai dari ukuran 1 meter hingga 1,5 meter, dengan berbagai jenis mulai dari bentuk Pocong, bentuk orang-orangan yang diberi pakaian dan corak warna warni, lengkap dengan atribut Helm serta diberi Masker.

Usut punya usut, pemasangan patung Prakotan ini sengaja di pasang oleh warga, sebagai upaya agar terhindar dari malapetaka bencana dan balak, dimana di desa tersebut dalam beberapa hari ini banyak warga yang meninggal secara mendadak dalam waktu hampir bersamaan.

“Saya memasang prakotan ini, sebagai ikhtiar agar terhindar dari balak dan bencana penyakit, apalagi di desa kami dalam beberapa hari ini, banyak yang meninggal, rata-rata 2 sampai 4 orang dan hampir bersamaan waktunya, istilah jawa nya, patung patungan ini sebagai pengusir balak dan mencegah pagebluk,” Kata Sarmuji warga Dusun Kedunglengkon Desa Menampu Selasa (27/7/2021).

Tidak hanya Sarmuji, hal yang sama juga dilakukan oleh Novan Al Fawaid, menurut pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini, pemasangan Prakotan di teras rumah, merupakan kepercayaan warga di desanya sejak dirinya masih kecil, dimana setiap ada orang yang meninggal mendadak dengan kondisi tidak wajar, maka orang tuanya akan memasang prakotan di teras rumah.

“Banyak disini, karena mulai jaman saya kecil dulu ketika ada wabah apalagi warga meninggal mendadak dan jumlahnya tidak wajar pasti warga langsung pasang patung Ptakotan pengusir wabah ini,” Tambah Novan Al Fawaid.

Terkait dengan adanya warga di Desa Menampu yang memasang prakotan di teras rumah, pihak pemerintah desa saat dikonfirmasi media ini mengatakan, bahwa pihaknya lebih mengambil sikap mengedukasi warga terkait hal ini.

“Kami pihak desa tidak bisa melarang, karena ini sudah tradisi turun temurun, namun kami sebagai pihak perangkat desa bisanya mengedukasi warga dari rumah kerumah guna untuk memberi pemahaman terkait protokol kesehatan dimasa Pandemi seperti saat ini, seperti menjaga kesehatan, menjaga jarak dan memakai masker salah satunya,” ujar Rico Rohmatul Hamza Kampung Desa Menampu. (Ma/Bs)

Comment2,919 views
  • Share
Exit mobile version