Indeks

Berdua di Kamar Bareng Ustadzah, Kiyai di Jember Diadukan ke Polisi

Comment14,162 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – FH salah satu Kyai Pondok Pesantren di Kecamatan Ajung Jember diadukan oleh istrinya, AL,  ke Mapolres Jember pada  Selasa (3/1/2023). Dia diduga melakukan perselingkuhan dengan orang lain.

Salah satu kerabat AL, dengan inisial R mengaku kejadian itu bermula saat  santriwati berinisial S mendengar suara   antara FH dengan perempuan, sehingga S mengetuk pintu untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam kamar tersebut.

“Kemudian S mengetuk pintu tersebut, karena untuk bisa membuka pintu kamar harus menggunakan sidik jari, dan kamar FH ini ada 2 pintu, satu di sisi depan dan satu di sisi belakang yang tembus ke Musola dan Asrama Putri,” ujar R yang datang ke Polres Jember.

Saat S masuk ke dalam kamar, S hanya bertemu dengan FH, sedangkan suara perempuan yang diduga adalah A salah satu ustadzah di pondok pesantren tersebut tidak ada di tempat.

“Saat S berada dikamar FH, terjadi keributan antara FH dan S, sehingga didengar oleh AL istri FH, karena memang FH dan AL selama ini tidurnya berbeda kamar, AL di lantai bawah, FH di lantai atas, AL pun mendatangi keributan tersebut, sehingga terjadi percekcokan,” ujar R.

Sementara itu, AL, istri FH mengadukan peristiwa ini ke Unit PPA Polres Jember. Dia menyebut  peristiwa ini bermula saat salah satu Santriwati dengan inisial S pada tengah malam sekitar jam 23.30 WIB mendengar adanya percakapan di kamar pribadi FH suara perempuan dan laki-laki, yang diduga adalah FH dengan seorang ustadzah berinisial A.

Karena S merasa cemburu, S mengetuk pintu kamar pribadi FH, namun saat kamar dibuka, ustadzah di kamar FH sudah tidak ada.

“Dikamarnya itu ada 2 pintu, kemungkinan saat S masuk, A sudah keluar melalui pintu lain,” ujar AL   di Mapolres Jember.

AL sendiri mengatakan, bahwa dirinya sudah lama pisah kamar dengan FH, dimana dirinya tidur dikamar lantai bawah, sedangkan FH di kamar lantai atas, sesuai permintaan suaminya.

“Memang kami tidur dengan kamar terpisah atas permintaan beliau, dan ini sudah berlangsung selama 2 tahun,” ujar AL.

Mendengar adanya keributan di lantai atas, AL tidak langsung naik, dirinya hanya mendengarkan saja apa yang sedang terjadi di lantai 2 pada tengah malam tersebut, dan baru pada pagi harinya dirinya merampas HP milik FH.

“Malam itu saya tidak langsung naik ke atas, saya cuma mendengarkan apa yang sedang terjadi, kemudian pagi harinya saya merampas HP beliau, dan melihat kontak nama ustadzah A yang diberinama ‘Zaujati A’, sehingga saya mencari santriwati ini, dan diakui jika A ada hubungan dengan suami saya,” ujar AL yang saat itu datang bersama dengan salah satu santriwati.

Sementara itu, FH sendiri membantah atas apa yang dituduhkan kepadanya. Menurut FH, dia tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh istrinya tersebut.

“Terkait saya bersama santriwati di kamar, itu merupakan kegiatan yang biasa kami lakukan terhadap santriwati dalam rangka evaluasi setiap jam 23.00 malam, dan saat itu baru selesai sekitar jam setengah dua belas malam,” ujar FH.

FH beralasan  selama ini ada kecemburuan bermacam-macam dan berlangsung bertahun-tahun yang dirasakan istrinya, dimana istrinya tidak pernah mendapatkan kekuasaan, sehingga ada pihak-pihak yang sengaja memprovokasi istrinya.

“Memang ada kecemburuan yang bermacam-macam selama bertahun-tahun, dimana ketika istri saya tidak mendapatkan kekuasaan disini, sehingga Itu ada yang memprovokasi, ada nama-namanya yang memprovokasi, dan sudah ada listnya,” beber FH.

Bahkan FH saat ini juga sudah melaporkan balik nama-nama orang yang telah memfitnah dan membuat kegaduhan ini, tidak hanya itu, dirinya juga melaporkan istrinya tentang pencurian handphone miliknya.

“Saat ini saya lapor balik atas pencurian dan pencemaran nama baik, saya lapor balik tentang kasus pencurian hp saya seharga 20 juta oleh istri saya, juga mengenai pisah ranjang, saya juga meluruskan, bahwa saya tidak pisah ranjang, bahkan usai kejadian saya tidur satu kamar dengan istri dan anak saya,” ujar FH.

FH juga membantah adanya pintu rahasia dikamar pribadinya, menurut FH, pintu itu dibuat untuk terhubung langsung ke Musola. “Soal pintu rahasia, itu tidak benar, pintu itu mengarah ke Musola, kenapa? karena kalau saya mau ke Musola lewat pintu depan, maka saya harus melalui kamar-kamar santriwati dan juga kamar mandi, sehingga saya membuat pintu lain yang langsung menuju ke Musola, agar tidak melewati kamar santriwati,” bantahnya.

Sementara Kanit PPA Satreskrim Polres Jember Iptu Dyah Vitasari mengatakan, bahwa kedatangan AL yang juga istri dari FH adalah untuk konsultasi terkait adanya persoalan di pondok pesantren.

“Jadi Bu Nyai (istri Kiai) ini namanya warga masyarakat, melakukan konsultasi ke Polres Jember. Tanya ke bagian PPA Polres Jember. Beliau ini melakukan pengaduan, jika pak kiai ini. Disebut sering kalau malam memasukkan santrinya ke dalam ruangan khusus berbentuk kamar atau ruang pribadi Pak Kiai. Masuknya dari malam, keluarnya sekitar jam 1-3 dini hari,” kata Vita saat dikonfirmasi di Mapolres Jember.

Dari tindakan yang dilakukan Kiai FH itu, dianggap sangat mencurigakan. “Menurut istrinya santriwati yang datang ke kamar kyai pada dinihari ini dinilai mencurigakan. Terlebih lagi, ruangan khusus atau kamar pribadi Kiai itu memiliki kunci khusus,” pungkas Vita (Ma)

Writer: Makrus
Comment14,162 views
  • Share
Exit mobile version