Jember, kuasarakyat.com – Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember yang akan berlangsung pada November 2024 mendatang, mulai memunculkan beberapa kandidat Bakal Calon Bupati Jember.
Setidaknya sudah ada 4 kandidat kuat yang mulai ‘mendeklarasikan’ dengan beberapa flyer maupun spanduk, baik melalui papan reklame maupun media sosial, meramaikan berebut posisi P1 (istilah untuk Bupati Jember).
Selain H. Hendy Siswanto sang Petahana, ada 3 kandidat lainnya yang siap menantang petahana, yakni dr. Faida dengan tagline barunya ‘Faida Come Back’, dimana dr. Faida adalah mantan Bupati Jember sebelum Bupati Hendy Siswanto.
Selanjutnya Ahmad Fawaid atau Gus Fawaid, Politisi Partai Gerindra yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim, dan berikutnya adalah H. Nanang Handono Prasetyo, mantan pejabat di Dirjen Kemeneterian PUPR yang masa kecilnya tinggal di Jember.
Namun dari ke 4 kandidat yang terus mencuat, sosok baru H. Nanang yang sudah mengklaim memiliki kesepakatan dengan menggandeng sosok H. Karimullah Dahrujiadi yang juga ketua DPD Partai Golkar.
“Alhamdulillah beberapa hari yang lalu, kami bertemu dengan Ji Karim (H. Karimullah Dahrujiadi), dan sudah memiliki kesepakatan dan komitmen bersama, untuk menjadikan Jember menjadi lebih baik,” ujar suami dari Hj. ristiana Wijayanti (Bu Tin).
Pria yang sering dipanggil Ji Nanang juga menyatakan, bahwa kesepakatan dan juga kesiapan H. Karimullah maju sebagai kandidat dalam kontestasi Pilkada Jember 2024, sesuai dengan hasil Rakorda Golkar, yang memberikan kewenangan kepada ketuanya untuk maju di Pilkada Jember, baik sebagai posisi P. 1 maupun hal.2.
“Kesepakatan ini kami hasilkan, usai rakorda partai Golkar, dimana dalam pertemuan kami, Ji Karim siap bersama dengan kami untuk maju sebagai pasangan kandidat Bacabup Jember,” jelasnya sambil mempersilahkan wartawan ini untuk konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan.
Maunya Dima Ahyar, selalu pengurus DPD Partai Golkar Jember, sekaligus Ketua BPN (Badan Pemenangan Nasional) Partai Golkar, tidak mengelak, jika kedua tokoh tersebut mengadakan pertemuan.
“Kalau pertemuan keduanya memang ada, cuma apa membahas Pilkada atau pasangan kandidat Bacabup Baca wabup, kami dari internal Partai Golkar tidak tahu,” pungkas Dima singkat.
Jika Ji Nanang dan Ji Karim benar-benar berpasangan, hal ini disambut suka cita oleh relawan dan pendukungnya, terutama sosok Ji Karim, sudah sangat Familiar di kalangan masyarakat Jember, terutama posisinya yang menjadi anggota DPRD Jatim.
“Kalau benar berpasangan bareng Ji Karim, saya yakin, kemenangan dan menjadikan Ji Nanang dan Ji Karim memimpin Jember, semakin terbuka, apalagi sosok Ni Nanang dan Ji Karim merupakan pasangan Teknokrat dan politikus yang serasi,” pungkas Yanto warga Tegal Besar Kaliwates. (Bu)







