Dukung Ketahanan Pangan, PT. Abadi Langgeng Gemilang Perluas Penyimpanan Beras

Comment40 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Melimpahnya hasil pertanian di Kabupaten Jember, tidak sejalan dengan kapasitas gudang penyimpanan yang ada di Kabupaten Jember, baik milik Bulog, maupun milik swasta.

Sehingga PT. Abadi Langgeng Gemilang yang juga mitra dari Bulog selaku pihak penyedia gudang penyimpanan hasil pertanian, khususnya beras, mengambil langkah cepat dengan melakukan penambahan gudang, di Desa Jambearum Kecamatan Puger Jember.

Eko Hari selaku humas dari PT. Abadi Langgeng Gemilang, ditemui pada dikantornya menyatakan, bahwa sebagai mitra dari Perum Bulog di Jember, pihaknya perlu melakukan penambahan gudang penyimpanan beras.

Sebab, kapasitas gudang yang dimiliki saat ini, ditambah dengan melimpahnya hasil pertanian, tidak mencukupi. “Gudang penyimpanan yang ada saat ini, tidak mencukupi, beberapa hasil pertanian, seperti beras dan jagung, sampai harus dititipkan ke pihak swasta dan perorangan, oleh karenanya, kami perlu melakukan penambahan gudang untuk penyimpanan beras,” ujar Eko Hari, Jumat (3/7/2026)

Eko Hari menjelaskan, bahwa penambahan gudang dan melakukan perluasan, juga untuk memenuhi kebutuhan pasar. “Kami harus mengikuti kebutuhan pasar, terutama untuk penyimpanan beras dari petani, penyimpanan ini sebagai antisipasi ketika musim panen berikutnya tidak sesuai harapan, dan ini bagian dari ketahanan pangan yang menjadi program pemerintah,” paparnya.

 

Dan tentunya untuk mensukseskan program tersebut tetap mematuhi regulasi dan ketentuan peraturan yang disyaratkan oleh pemerintah. Dimana sebelumnya kami sudah mengantongi rekomendasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Walau demikian, pihaknya tetap membutuhkan partisipasi masyarakat agar iklim investasi tetap kondusif.

Dengan kondusifnya sektor usaha maka para pihak akan dapat menjalankan aktifitas dengan tenang dan nyaman.

Dalam siklus pemenuhan pengadaan pangan lanjut Eko, tidak lepas dari semua pelaku usaha mulai dari petani, buruh, maupun pedagang. Hasil pertanian yang bagus juga berdampak pada terkendalinya kestabilan harga yang dapat menguntungkan petani dan buruh tani. Sebaliknya, kelancaran produksi beras oleh pabrikan dapat mendongkrak pendapatan negara yang dipungut dari sektor pajak dan retribusi.

“Dengan perputaran usaha yang sehat maka rakyat petani,buruh serta pekerja riil tidak dirugikan,” lanjut Eko Hari.

Terlebih secara geografis, Kabupaten Jember termasuk wilayah agraris yang punya tanggungjawab dalam memenuhi kebutuhan pangan termasuk dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Dalam rangka mewujudkan program tersebut kami sangat membutuhkan dukungan dari semua stake holder dan masyarakat. Secara kearifan lokal kami lebih banyak merekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitar dan wilayah kecamatan Puger pada umumnya,” pungkas Eko Hari. (Ma)

Comment40 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.