Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Seorang guru ngaji di Kecamatan Sempu, Banyuwangi diduga mencabuli 5 orang anak dibawah umur yang belajar ngaji di rumahnya. Pelaku melakukan aksi bejatnya tersebut dalam kurun waktu lama, korban mengaku telah dicabuli selama lebih dari satu tahun.
Pelaku dikenal sebagai seorang petani yang kesehariannya juga mengajar ngaji sekitar 30 anak laki-laki dan perempuan di rumahnya. Rata-rata murid ngajinya adalah tetangga dan warga sekitar desa pelaku berinisial MP dengan usia sekitar 40 tahun.
Salah satu korban berinisial H (11) mengaku sudah menjadi korban sejak belajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) dimana ia juga belajar mengaji di rumah pelaku.
“Iya, dipegang pegang ininya (dada) dan dicium cium,” kata H kepada kedua orang tuanya dengan ketakutan.
H saat ini telah belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun, kedua orang tuanya melihat sesuatu yang janggal pada H usai seorang anak mengaku telah dicabuli oleh MP sejak tahun 2025 lalu.
Anak tersebut adalah S (9), dia mengaku telah menjadi korban pencabulan setelah sang ibu melihat pencarian di google search pada handphone sang anak. S mencari tahu tentang hukum akhurat bagi guru ngaji yang mengajar dengan gratis murid-muridnya.
“Saya curiga awalnya dari perilaku anak ini, terus saya menemukan anak ini kok searching di google tentang guru ngaji yang mengajar tidak dibayar tapi memperkosa apakah dosa,” terang R Ibu dari S dengan mata berkaca kaca, Kamis (13/08/26).
R sempat panik dan bingung harus berbuat apa, bahkan sang suami sempat kalap hampir menghakimi langsung terduga pelaku. Namun, R berhasil meredam sang suami dan meminta perangkat desa untuk memediasi persoalan tersebut. Lebih mirisnya, R mendegar pengakuan sang anak yang menyebut telah mendapatkan perlakuan cabul lebih dari sekali.
“Dia bilangnya itu lebih dari satu kali, sampai empat kali katanya. Saya hawatir sekali dengan kondisi psikologi anak saya, karena saat tes di RS Bhayangkara dia katanya mengalami gangguan berat,” jelas R lebih lanjut.
Dari hasil penelusuran, anak-anak yang mengaku telah menjadi korban perbuatan bejat MP sebanyak 5 orang. Diduga korban lebih banyak, lantaran rata-rata korban mengaku telah mendapat perlakukan cabul selama 1 hingga 2 tahun. (CZ)
Foto : Ilustrasi











