Hari Pertama Masuk Sekolah, Atap Ruang Kelas Sekolah Dasar Di Jember Ambruk

Comment1,361 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Hari pertama masuk sekolah, ada kejadian tidak mengenakkan di sebuah sekolah dasar negeri di Kabupaten Jember. Sekolah Dasar Negeri Suci 05 Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, ruang kelas 1 atap internit tiba tiba ambruk satu jam setelah waktu pulang sekolah.

Beruntung saat kejadian itu, siswa kelas 1 sudah pulang sekolah. Tapi terkait kegiatan itu juga sempat mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Karena siswa kelas 4-6 SD tersebut masih melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Terkait ambruknya atap sekolah SD yang berada di dalam wilayah perkebunan PDP Kahyangan itu, kata Kepala SDN Suci 05 Martin Eni Susilowati karena kondisi fisik bangunan sekolah banyak yang rusak dan keropos termakan usia.

“Tadi memang atapnya tetiba ambruk, memang bangunan sekolah ini sudah lama rusaknya. Sejak sebelum saya jadi kepala sekolah, sudah banyak yang rusak. Bahkan kondisi saat ini, dari ruang kelas 1-6 banyak kerusakan khususnya bagian atap. Rusuk, internit, ataupun, penyangga atap. Karena mestinya sudah harus masuk masa perbaikan atau renovasi,” kata Martin saat dikonfirmasi di sekolahnya, Senin (17/7/2023).

“Beruntung tadi kebetulan tidak ada siswa kelas satu, karena memang jam 10 sudah selesai (jam pelajaran). Selisih satu jam mereka sudah pulang meninggalkan kelas. Tapi sempat mengganggu pelajaran siswa kelas 4-6 yang masih KBM,” sambungnya menjelaskan.

Terkait kerusakan bagian atap bangunan, lanjut Martin, sudah terjadi sejak lama. “Bahkan sejak kepala sekolah sebelumnya sudah banyak yang rusak. Tapi karena keadaan kami yang masih belum ada dana, jadi belum ada perbaikan. Pernah dijanjikan tahun 2022 lalu ada perbaikan tapi belum ada,” ungkapnya.

Terkait perbaikan atau peremajaan fisik bangunan, kata Martin, pernah dilakukan sekitar tahun 2017 lalu.

“Saat itu dari dinas dari dana DAK kalau tidak salah, sekitar tahun 2017. Kala itu Kepala sekolahnya Bu Munawarah, ada Tiga ruang kelas, yakni dari kelas 4-6 itu ada perbaikan. Tapi sekarang ya sama. Kondisinya juga rusak. Bahkan ruang kelas 6, atapnya pernah ambruk saat jam pelajaran. Untung siswa kami tidak pas dibawahnya,” ujar Martin.

Terkait jumlah siswa, Martin lanjut menjelaskan, seluruhnya total ada 46 siswa. Diantaranya kelas 1 ada 8 orang, kelas 2 ada 6 orang, kelas 3 ada 8 orang, kelas 4 ada 4 orang, kelas 5 ada 13 orang, dan kelas 6 ada 7 orang.

“Tapi meskipun jumlah siswa kami sedikit, keberadaan sekolah ini penting. Karena kebanyakan siswa kami adalah anak-anak buruh perkebunan. Sekolah SD negeri satu-satunya ya hanya di sini,” ulasnya.

Dengan kondisi rusaknya bangunan fisik sekolah itu, Martin berharap adanya bantuan untuk dilakukan perbaikan. Terlebih pihaknya merasa khawatir jika terjadi atap ambruk saat KBM dilakukan.

“Kami ada dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), tapi itu tidak cukup untuk biaya perbaikan. Sangat tidak memungkinkan, jadi kami berharap adanya perhatian dari Diknas ataupun Pemkab Jember,” ucapnya.

Pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa siswi kelas lain, karena cuaca yang mendung dan berpotensi hujan lebat. Pihak sekolah khawatir atap sewaktu waktu dapat ambruk karena mengingat ruang kelas 1 atapnya sudah ambruk. (Gusti)

Comment1,361 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.