Jember, Kuasarakyat.com –
Pasca pencarian selama lima hari terkait Speedboat Baliman yang mengalami mati mesin di perairan Manta Point, Nusa Penida, Bali akhirnya bisa ditemukan.
Setelah lima hari menjadi sasaran pencarian tim SAR, Kapten beserta ABK berhasil diselamatka nelayan hingga akhirnya dievakuasi ke Pantai Puger, Kabupaten Jember.
Ketiga orang tersebut yakni I Nyoman Budiana selaku kapten, serta dua ABK Keristino Sahreza Avendi Da dan Niko Demios Landena.
Komandan Pos Angkatan Laut Puger, Letda Laut (P) Eko Priyo Pambudi, S.H. saat diwawancarai via telepon mengatakan bahwa mendapat laporan dari Basarnas bahwa alat komunikasi salah satu ABK masih aktif dan didapati titik lokasi di wilayah Puger.
“Kemaren malam saya dikabari bahwa Handphone salah satu ABK berada di pesisir Puger. Setelah berkoordinasi kami meluncur ke TKP dan didapati tiga orang (Kapten kapal dan dua ABK) dalam kondisi sehat namun masih lemas,” ungkap Eko.
Selanjutnya Danposal menanyai ketiga korban termasuk nelayan Puger bernama Aris yang menyelamatkan ketiganya. Terkait kronolgi peristiwa tersebut.
“Menurut saksi mata atau yang menyelamatkan ketiga korban ini. Speedboat Baliman ini mati mesin dan tersangkut di rumpon dengan jarak 40 mil dari bibir pantai,” imbuhnya.
Pihak Danposal sudah berhasil menghubungi keluarga korban dan rencananya hari ini akan dijemput dengan menggunakan kendaraan darat.
“Kami sudah kontak dengan keluarga ketiga korban ini, rencananya hari ini (Kamis, 17 September 2026) keluarga korban sudah perjalanan darat untuk menjemput ketiganya,” ulasnya.
Berikut nama nama korban yang berhasil ditemukan di Puger :
1.Nama : I Nyoman Budiana
Jenis kelamin: Laki-laki
Umur: 49 tahun
Pekerjaan: Kapten Kapal
Alamat: Tanjung Benoa
2.Nama: Keristino Sahreza
Jenis kelamin: Laki-laki
Umur: 17 tahun
Pekerjaan: Crew
Alamat: Jl. Pettarani, Komp. 101 Blok GA 5 No. 8
3.Nama: Niko Demios Landena
Jenis kelamin: Laki-laki
Umur: 48 tahun
Pekerjaan: Crew
Alamat: Jl. Iman Bonjol, Gg. Rejeki 27, Br. Monang.
Ketiganya sempat dicari oleh Tim Basarnas Bali karena hilang kontak pada tanggal 12 September 2026 di perairan Klungkung Bali. (Gusti)










