Indeks

Kebakaran Dua Kandang Ayam di Banyuwangi, 28 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang

Comment24 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Kebakaran hebat melanda dua kandang ayam di Dusun Jatiluhur, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Minggu (11/10/26) dini hari. Sebanyak 28 ribu ekor ayam dilaporkan mati terpanggang dalam peristiwa tersebut. Kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.

Api yang diketahui berkobar sekitar pukul 03.30 WIB itu menghanguskan bangunan kandang dengan luas sekitar 6.000 meter persegi. Kobaran api juga merembet ke gudang pakan, rumah singgah, serta sejumlah peralatan peternakan.

Anggota Damkar Sektor Bangorejo, Muhammad Rifai, mengatakan saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan melalap kandang ayam. Petugas langsung berupaya melakukan pemadaman bersama personel gabungan.

“Ketika kami datang, kondisi kandang ayam sudah terbakar. Api sudah membesar sehingga perlu penanganan bersama untuk mencegah penjalaran ke bagian lainnya,” kata Rifai saat dikonfirmasi.

Menurut Rifai, api awalnya membakar salah satu kandang, kemudian merembet ke gudang pakan yang menyimpan sekitar 10 ton pakan ayam. Api juga menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar kandang.

“Awalnya dari satu kandang, kemudian merembet ke gudang pakan. Di gudang itu ada sekitar 10 ton pakan ayam dan juga genset. Karena posisi bangunan berdekatan, api cepat menjalar ke bagian lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan bahan bakar genset di area tersebut turut menimbulkan kekhawatiran ketika kobaran api membesar. Dalam keterangan yang diterima, bahan bakar disebut meledak dan semburan api menyambar kandang lain yang berada di sebelahnya.

“Gensetnya masih utuh, tetapi bahan bakarnya meledak. Semburan api kemudian menyambar kandang yang berada di sebelahnya,” ungkap Rifai.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting pada mesin oven atau pemanas yang digunakan untuk anak ayam berusia satu hingga dua hari. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Material bangunan yang didominasi bambu dan kayu diduga membuat api lebih cepat membesar. Jarak kandang yang berdekatan dengan gudang serta rumah singgah juga memperbesar risiko penjalaran api.

“Bangunannya mudah terbakar karena banyak menggunakan material bambu dan kayu. Apalagi jarak antarkandang berdekatan, sehingga ketika api membesar, penjalarannya sulit dikendalikan,” ujar Rifai.

Proses pemadaman turut dibantu armada dari Batalyon TP 538/PTA Banyuwangi. Selain Damkar Sektor Bangorejo, personel TNI, Polsek Purwoharjo, Koramil, dan warga sekitar ikut membantu penanganan di lokasi.

Rifai mengatakan, saat kejadian, warga dan pekerja kandang juga berupaya meminta bantuan serta melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya. Petugas kemudian melakukan penanganan bersama setelah menerima laporan.

“Pemadaman kami lakukan bersama-sama. Ada bantuan armada dari Batalyon TP, kemudian anggota kepolisian, TNI, dan warga juga ikut membantu. Semua bergerak agar api bisa segera dikendalikan,” katanya.

Menurut laporan petugas, api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB. Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam karena kobaran api telah menjalar ke dua kandang beserta bangunan pendukungnya.

“Kebakarannya cukup besar karena sudah merembet ke dua kandang dan bangunan di sekitarnya. Setelah dilakukan pemadaman bersama, sekitar pukul 06.30 WIB api berhasil dipadamkan,” lanjut Rifai.

Kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah perlengkapan peternakan, termasuk 18 unit blower berukuran 50 inci dan satu genset berkapasitas 10.000 watt. Gudang pakan serta dua rumah singgah juga dilaporkan terdampak.

Berdasarkan data awal, terdapat sekitar 11 ribu anak ayam berusia satu hari di kandang sebelah barat dan 12 ribu anak ayam berusia dua hari di kandang sebelah timur. Laporan petugas menyebut jumlah ayam mati mencapai 28 ribu ekor.

Selain besarnya kerugian, proses pemadaman juga menghadapi kendala ketersediaan air di sekitar lokasi. Kondisi musim kemarau disebut membuat sumber air relatif sulit diperoleh.

“Di sekitar lokasi, air juga sulit didapat. Kondisi itu menjadi salah satu kendala saat proses pemadaman, sehingga diperlukan bantuan dari beberapa pihak untuk menangani kebakaran,” ujar Rifai.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami penyebab kebakaran.

Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. (CZ)

Comment24 views
  • Share
Exit mobile version