Kisah Guru Honorer Bantu Tetangga Sediakan Sayur Setiap Jumat, Sudah Berjalan 8 Bulan

Comment3,150 views
  • Share

JEMBER, kuasarakyat.com – Setiap hari Jumat dan dimulai sejak pukul 05.00 pagi hari, keluarga kecil di Dusun Beteng Desa Sidomekar Kecamatan Semboro ini mulai terlihat sibuk menata sayur segar serta aneka lauk pauk di depan halaman rumahnya.

Perempuan yang biasa di panggil Bu Yeni ini menata sayuran di depan rumahnya bukan untuk berjualan, karena profesi sebenarnya adalah seorang guru honorer di SMP Negeri 1 Semboro, tapi ia menata sayuran untuk dibagikan ke tetangganya dan warga sekitar secara gratis alias cuma-cuma.

Rupanya, kegiatan berbagi sayur mayur hingga lauk pauk yang dilakukan Bu Yeni sudah ia lakukan sejak beberapa bulan lalu, kegiatan ini ia beri nama ‘Jumat Berkah’, dimana awal kegiatan ini awalnya ia lakukan di masjid-masjid saja, namun seiring masih berlangsungnya pandemi Covid-19, ia mulai menata di depan rumah untuk membantu tetangga dan warga yang membutuhkan.

“Jumat berkah ini sudah berjalan kira-kira 8 bulanan, awalnya kami hanya mengantar makanan siap makan di sekitar masjid, namun karena pandemi covid masih terus berlangsung, sejak 4 bulan lalu kami ganti dengan sayur mayur untuk dibagikan kepada tetangga dan warga,” tutur Yeni, saat ditemui di kediamannya, Jumat (13/8/2021).

Dibantu dengan suaminya serta kedua anaknya, kini Bu Yeni setiap hari Kamis mulai rutin berburu sayur sayuran untuk disiapkan pada hari Jumat.

Menurut Bu Yeni, bukan perkara mudah bisa mendapatkan sayur sayuran dalam kondisi segar, ia bersama keluarganya pun harus mencari sayur-sayuran yang akan dibagikan kepada tetangga dan warga sampai di luar kecamatan Semboro.

Agar bisa mendapatkan harga yang murah, ia mencari sayur sayuran seperti sawi, terong, genjer, kenikir, sayur bayam, pakis langsung dari petaninya.

“Kita harus selektif memilih sayuran terbaik, terlebih untuk menghemat saja mas, kan kita harus membagi beberapa item-item sayuran supaya lengkap, kalau beli ke pasar beda lagi harganya, makanya kami langsung membeli ke petani langsung,” ungkap guru pengajar Mapel Bahasa Inggris ini.

Kegiatan rutin yang dilakukan inipun mendapat sambutan baik dari tetangganya, tidak hanya mengambil sayur yang disiapkan secara gratis oleh Bu Yeni, setiap Jumat pagi, banyak tetangganya yang ikut membantu menata sayuran dan lauk pauk di atas meja yang sudah disiapkan di depan rumahnya.

Bu Yeni menambahkan, meski sayur sayuran dan lauk pauk ini diberikan secara gratis, tidak semua orang bisa mengambilnya dengan leluasa, warga yang akan mengambil sayur sayuran maupun lauk pauk, harus tetap mentaati protokol kesehatan.

“Harus pakai masker, yang tidak pakai masker terpaksa kami suruh pulang, mencuci tangan dan tidak bergerombol,” ucapnya.

Menurut Yeni, kini kegiatan yang ia lakukan mendapatkan dukungan dari rekan kerjanya, saudara maupun tetangganya, hingga ada beberapa diantaranya menyumbang untuk kegiatan Jumat Berkah.

“Awalnya saya ragu dan malu, karena dorongan ibu saya akhirnya saya bertekad untuk mengadakan kegiatan Jumat Berkah ini, dan alhamdulillah teman, saudara tetangga yang satu visi dengan saya ada juga yang memberi sebagian rezeqi untuk bergabung. Ada yang menyumbang sayuran, laukpauk hingga uang tunai,” ujarnya.

Sebulan terakhir ini kata Yeni tepatnya saat pemerintah menerapkan PPKM, semakin banyak warga yang mengambil sayur mayur maupun lauknya. Namun kata dia, donatur pun semakin bertambah.

“Alhamdulillah, kegiatan ini semakin berkembang dan banyak peminatnya, baik yang mengambil maupun memberi. Kami selalu berpesan kepada warga, ambil sedekah secukupnya taruh sedekah seikhlasnya,” katanya.

Meski masih menyandang predikat guru honorer, yang bergaji tak lebih dari 2jt rupiah, namun Yeni bertekad akan terus melakukan kegiatan sosial ini.

“Kita semua tau, sekarang masa pandemi, tapi Alhamdulillah kami masih bisa berbagi, semoga niat tulus ikhlas para donatur tercatat amal baik oleh Allah dan semoga pandemi ini segera berlalu,” pungkasnya. (Ma/Bs)

Comment3,150 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.