Melihat Rumah Ibu Yang Dituduh Curi Beras Untuk Makan Anaknya di Jember, 13 Tahun Berpisah Dengan Suami, Masih Ber KTP Sumenep

Comment33 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Belum lama ini, warga Jember dikejutkan dengan berita viral terkait tindak pidana pencurian beras yang dilakukan oleh SN, warga Ajung di salah satu minimarket di Tegal Besar Kaliwates Jember, hanya karena ingin memberi makan anaknya.

 

SN merupakan warga kelahiran Ajung, dan menikah dengan PS warga Sumenep Madura, dari pernikahan ini, SN dikaruniai 3 anak, sayangnya sejak 13 tahun lalu, atau saat anak nomer 3 berusia 11 bulan, kondisi rumah tangganya tidak menentu, seiring dengan kondisi suaminya yang mengalami gangguan jiwa.

 

Saat itulah, SN pulang ke Jember, dan kembali berkumpul dengan saudaranya, selama di Jember SN bersama anaknya tinggal menumpang dirumah anyaman bambu milik kakaknya yang ditinggal merantau.

 

Sehari-hari, SN bekerja serabutan sebagai buruh kasar di gudang tembakau yang tidak jauh dari rumahnya, sayangnya kerja di gudang tembakau, tidak selalu ada setiap hari, tapi kerja musiman.

 

“Sudah lima bulan tidak bekerja, karena tembakau tidak musim, kami mencari makan serabutan, hingga kami melakukan tindakan itu (mencuri beras), kami menyesal telah melakukan itu, dan kami mengambil hikmah dari apa yang sudah terjadi,” ujar SN saat ditemui dirumahnya pada Senin (2/11/2026).

 

Meski sudah 13 tahun tinggal di tanah kelahirannya, SN selama ini tidak pernah tersentuh bantuan, karena KTP dan KK nya masih sebagai warga Sumenep Madura, tempat suaminya.

 

“Dulu pernah mengurus Adminduk di kantor kecamatan dan Dispenduk, tapi tidak bisa, karena status kami masih belum cerai, sekarangpun kami juga belum cerai, hanya kami tinggal berjauhan,” jelasnya.

 

Tidak hanya soal Adminduk dan kebutuhan pangan yang dihadapi SN bersama anaknya, soal Pendidikan untuk anak nomer tiganya, SN juga terkendala, bahkan anak bungsunya yang seharusnya sudah duduk dibangku SMP, harus putus sekolah saat kelas 6 menjelang ujian, hanya karena si bungsu belum masuk di KK nya.

 

“Mau masuk KK bagaimana, untuk memasukkan ke KK harus ke Sumenep, jadi terpaksa putus sekolah,” ujarnya.

 

Kini setelah kejadian yang mengagetkan warga Jember adanya perempuan mencuri beras hanya karena untuk memberi makan anaknya ramai, sejumlah bantuan mulai berdatangan, seperti dari Dinas Sosial Pemkab Jember, politisi, pengusaha hingga relawan. (Ma).

Comment33 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.