Pasca Laka Lantas, Satlantas Polres Jember Kumpulkan Driver dan Pemilik Kereta Kelinci

Comment1,170 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Pasca terjadinya kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Gumukmas Jember pada Selasa 10 Juni 2025 lalu, dimana rombongan anak TK yang diangkut menggunakan kereta kelinci alias odong-odong, mendapat perhatian serius dari Satlantas Polres Jember.

Untuk mengantisipasi, agar tidak terjadi peristiwa serupa, Satlantas Polres Jember Jumat (13/6/2025) mengumpulkan sedikitnya 59 orang terdiri dari pemilik, driver dan komunitas Kereta Kelinci yang ada di Kabupaten Jember untuk mendapat pembinaan dan sosialisasi.

Kasatlantas Polres Jember AKP. Bagas S, dalam kesempatan tersebut menyatakan, bahwa baik pemilik, driver dan juga para komitas kereta kelinci, agar mematuhi dan menyepakati 4 point dalam mengoperasikan kendaraan kereta kelinci.

4 point tersebut diantaranya, melarang kereta kelinci atau odong-odong melintas di jalan raya, baik jalan nasional, jalan propinsi maupun jalan kabupaten, selanjutnya pada point kedua, hanya akan mengoperasikan kereta kelinci di jalan desa, jalan kelurahan dan tempat wisata.

Sedangkan point ke 3, pemilik dan driver harus rutin mengecek kondisi kendaraan secara berkala, dan terakhir tidak menjalankan kereta kelinci melebihi batas kecepatan, terlebih yang memiliki gandengan lebih dari satu.

“4 point ini harus ditanda tangani dan disepakati bersama-sama, agar kejadian laka lantas di Kecamatan Gumukmas tidak kembali terulang, terlebih dari hasil penyelidikan, kendaraan yang digunakan juga tidak layak, serta gandengannya melebihi 2,” tegas Kasatlantas.

Selain memberikan sosialisasi dengan membuat kesepakatan, pihak Satlantas juga menampung aspirasi dari para driver, mengingat mereka hanya pekerja yang mencari nafkah.

Heru salah satu driver kereta kelinci, dalam kesempatan tersebut menyatakan, bahwa antara driver kereta kelinci, selama ini rutin melakukan pertemuan setiap bulan sekali, dimana dalam pertemuan antar driver, juga sudah disepakati untuk tidak menjalankan kendaraan secara cepat di jalan raya.

“Sebenarnya kami setiap bulan rutin melakukan pertemuan, termasuk membahas saat menjalankan kereta kelinci di jalan raya, kejadian di Gumukmas kemarin, mungkin karena apes,” ujar Heru.

Dengan kejadian ini, pihaknya akan lebih hati-hati dan siap mematuhi 4 poin yang sudah disepakati bersama, dan akan dipatuhi bersama teman teman driver kereta kelinci lainnya.

Selain Heru, salah satu driver juga menceritakan, bahwa kecelakaan kereta kelinci di Gumukmas, sebenarnya bisa di hindari, andai petugas Supeltas (Sukarelawan Pelayanan Lalu Lintas) yang jaga pertigaan bertindak tegas.

“Saat itu sebenarnya petugas jaga di pertigaan, sudah menyetop roda dua, namun ada satu kendaraan yang nyelonong, mungkin kedepan Supeltas juga diberi bimbingan untuk menindak pengendara yang tidak patuh,” ujarnya.

Seperti diketahui, rombongan anak anak TK dan wali murid Dewi Masyitoh 23 Desa Kasiyan Timur Kecamatan Puger Jember, pada Selasa siang mengalami laka lantas di pertigaan Desa Mayangan Gumukmas Jember.

Dalam kejadian tersebut, 9 penumpang, dimana 4 diantaranya adalah anak-anak mengalami luka-luka. (Ma)

Comment1,170 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.