Pasien Covid-19 Terus Melonjak, RSD Balung dan Kalisat Dirikan Tenda Darurat

Comment1,627 views
  • Share

JEMBER, kuasarakyat.com – Melonjaknya kasus pasien Covid-19 di Kabupaten Jember dalam beberapa hari terahir tidak hanya membuat Rumah Sakit dr. Soebandi saja yang mendirikan tenda darurat. Dua RS milik Pemkab Jember, yakni RS Kalisat dan RS Balung, juga menambah fasilitas tenda darurat.

Hal ini dilakukan setelah dalam satu minggu terakhir, jumlah pasien di kedua rumah sakit itu mengalami lonjakan jumlah pasien.

“Lonjakan pasien covid pada bulan Juli ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan bulan Juni, selama bulan Juni, jumlah pasien di rumah sakit Balung terdata 41 pasien, namun untuk Juli dalam 12 hari ini tercatat 60 pasien, sehingga trendnya naik,” kata Plt. Kasi Pelayanan RS Balung Chitrawati MC Selasa (13/7/2021).

Tidak hanya itu, jumlah kematian yang terdata di rumah sakit Balung, selama bulan Juli mencapai 6 pasien. Jumlah itu bertambah hingga 12 Juli 2021 yang sudah mencapai 12 kematian.

Menyikapi itu, pihak rumah sakit Balung mengantisipasi adanya lonjakan kasus dengan mendirikan tenda darurat bantuan dari BPBD Jember. Tenda darurat ini akan difungsikan sebagai tempat screening jika tempat di IGD tidak mencukupi.

“Fungsi dari tenda ini nanti sebagai tempat screening, agar tidak ada penumpukan pasien di ruang IGD,” beber Chitrawati.

Rumah Sakit Balung sendiri saat ini menyiapkan 65 tempat tidur untuk pasien covid, tempat tidur aktif mencapai 33 tempat tidur dengan keterisian 25 pasien.

Hal yang sama juga dilakukan RS Kalisat Jember, rumah sakit yang berada di wilayah utara Jember ini juga mendirikan tenda darurat sejak 5 hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 7 Juli 2021. Tujuannya untuk mempercepat pelayanan instalasi gawat darurat (IGD) khusus pasien covid-19 di rumah sakit.

“Tenda ini sebagai screening pasien agar antara pasien covid dan pasien non covid tidak campur, hal ini dilakukan seiring adanya peningkatan jumlah pasien,” ucap Direktur RS Kalisat drg. Kunin Nasihah.

Selain menambah tenda darurat, Kunin juga menyampaikan jika seluruh tenaga medis di rumah sakit tersebut saat ini mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) level 3 untuk melayani pasien Covid maupun non Covid, hal ini sebagai upaya pihak rumah sakit agar bisa memberikan pelayanan optimal kepada pasien.

“Dengan adanya tenda darurat dan APD tenaga medis level 3, maka petugas akan lebih cepat menangani pasien dan terlindungi, karena semua APD disesuaikan dengan standar operasional prosedur (SOP),” pungkas dia. (Ma/Bs)

Comment1,627 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.