Pemilu di Jember Berantakan, Gerakan Masyarakat Sipil Mosi Tidak Percaya KPU Bawaslu

Comment1,322 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Kowaslu (Korps Pengawas Pemoku) Kabupaten Jember bersama Gerakan Masyarakat Sipil Jember, Senin (11/3/2024) malam menggelar Dialog dan membubuhkan tanda tangan dengan melakukan Mosi Tidak Percaya untuk KPU-Bawaslu Jember, dan mendesak untuk dilakukan pemecatan terhadap KPU dan Bawaslu Kabupaten Jember.

 

Hal ini menyusul amburadulnya tahapan pemilu, terutama pada saat proses rekapitulasi ditingkat kecamatan, dimana banyak manipulasi data dan jual beli suara untuk memenangkan caleg tertentu.

“Seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Jember, semua sudah tahu, bagaimana amburadulnya tahapan rekapitulasi di beberapa kecamatan, terutama Kecamatan Sumberbaru,” ujar Miftahur Rahman, koordinator kegiatan Dialog yang dihadiri sejumlah aktivis, fungsionaris sejumlah partai politik dan mahasiswa.

 

Menurut Memet panggilan Miftahur Rahman, penyelenggara Pemilu di Kabupaten Jember, diindikasi tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Dimana PPS sampai KPU Kabupaten telah sengaja memanipulasi data, tapi tidak satupun yang diproses oleh Bawaslu Jember.

“Bawaslu seperti segaja dan ada dugaan sudah kongkalikong dengan penyelenggara seperti PPS sampai KPU, kami menilai Bawaslu sudah mandul, karena tidak ada satupun penyelenggara Pemilu yang ditindak, padahal jelas jelas ada pelanggaran dan kejahatan Pemilu di Kabupaten Jember, dimana mereka (Bawaslu),” ujar Memet.

 

Padahal, menurut pria yang juga koordinator lapangan Kowaslu (Korps Pengawas Pemilu) Kabupaten Jember ini, dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember, ada 13 kecamatan yang jelas-jelas terjadi pelanggaran, tapi tidak satupun yang ditindak oleh Bawaslu.

“Gakumdu tidak bergerak, Bawaslu Mandiul, karena tidak menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga mereka sudah tidak layak untuk menjadi penyelenggara pemilu, sudah sepantasnya mereka dipecat,,” tegas Memet.

 

Lukman Winarno mantan wakil ketua DPRD Jember yang juga politisi dari PDI Perjuangan, lebih ekstrem lagi dalam menyikapi pemilu 2024 di Jember, dirinya menilai, bahwa bukan mosi tidak percaya saja dalam menyikapi pemilu yang amburadul, tapi pihaknya lebih setuju jika dilakukan pemilu ulang.

 

“Kalau melihat pemilu tahun ini, memang sudah sangat parah, bagi kami, bukan mosi tidak percaya lagi yang diberikan kepada penyelenggara pemilu, tapi harus dilakukan pemilu ulang,” pungkas Lukman. (Ma)

Comment1,322 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.