Sempat Viral Karena Gusur Kuburan dan Ancam Sekolahan, Galian C di Sumbersari Kembali Beroperasi

Comment14 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Tambang Galian C di Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari Jember, yang lokasinya berbatasan dengan daerah Kaliurang Kelurahan Sumbersari, kembali beroperasi setelah sempat ditutup beberapa waktu lalu.

Ditutupnya galian C yang sebagian merupakan tanah milik mantan Bupati Jember tersebut, lantaran aktifitasnya mengancam lingkungan disekitarnya, termasuk adanya lembaga pendidikan KB-PAUD dan pemakaman warga.

Bahkan video proses penggusuran area makam atau kuburan, sempat viral di media sosial, dan diadukan ke kanal Wadul Gus’e, yang akhirnya pemerintah melakukan tindakan penutupan setelah sebelumnya dilakukan mediasi dengan warga sekitar.

Sayangnya keinginan warga dalam mediasi belum terpenuhi, tambang galian C kembali beroperasi, sehingga ancaman terhadap kerusakan lingkungan, seperti longsor, mengancam keselamatan warga.

“Sempat berhenti hanya beberapa hari setelah mediasi, tapi sekarang sudah beroperasi lagi, kami juga tidak tahu harus minta perlindungan kemana, karena kami sudah mengadukan ini ke pak lurah dan juga wadul Gus’e,” ujar Fatmawati, warga yang rumahnya berada di depan lembaga Pendidikan KB-PAUD saat ditemui pada Rabu (7/10/2026).

Fatmawati menyatakan, bahwa selain sekolah yang berdiri di atas lahan miliknya, area pemakaman warga di atas galian C juga terancam longsor, hal ini yang menjadi kekhawatirannya.

“Dulunsaat mediasi, kami minta di plengseng (ditembok) sebelah makam itu, karena kalau tidak di plengseng bukit yang diatasnya ada kuburan, bisa longsor, bahkan beberapa hari lalu ada tulang manusia yang jatuh kebawah,” jelasnya.

Pihaknya tidak mempermasalahkan adanya tambang, namun harus memperhatikan lingkungan sekitarnya. “Saya sendiri tutup mata terhadap tambang, mau legal atau tidak, saya gak mau tahu, asal di belakang sekolah dan disamping kuburan di plengseng dulu, sebelum kembali beroperasi,” jelasnya.

Ancaman longsor terhadap bukit yang diatasnya ada kuburan, akan mendekati kenyataan saat musim hujan nanti tiba.

Dari pantauan media ini, kondisi bukit yang tidak stabil karena berupa pasir, saat terkena angin sudah ada longsoran kecil. “Bisa dilihat itu mas, kena angin kecil saja ada pasir yang jatuh, apalagi kalau Ken hujan, kemarin kondisi Gumuk tidak begini, tapi karena sering terkena angin, akhirnya beberapa bagian terlibat seperti ada aliran pasirnya,” paparnya.

Sementara camat Sumbersari Deni Hadiatullah, saat dikonfirmasi terkait hal ini menyatakan, bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan kembali terhadap aktifitas penambangan di wilayahnya.

“Nanti saya cek lagi dan segera kami TL (Tindak Lanjuti) bersama pak Lurah, coba pak Lurah juga di konfirmasi,” ujar Deni. (Ma)

Comment14 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.