Jember – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, H. Eko Yunianto, S.M., kembali melanjutkan agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 dengan menyambangi masyarakat di Yayasan Nurus Syafaah, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang dihadiri para guru ngaji, pengurus yayasan, tokoh masyarakat, dan warga sekitar itu menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait pendidikan keagamaan di pelosok desa.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, pengurus yayasan menyampaikan bahwa jumlah santri di Yayasan Nurus Syafaah terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, kondisi tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan sarana belajar yang memadai. Keterbatasan ruang kelas membuat proses belajar mengaji harus dilakukan secara bergantian.
Selain persoalan gedung, para guru ngaji juga mengeluhkan minimnya honor yang diterima. Selama ini, mereka hanya memperoleh insentif sekitar Rp50.000, yang dinilai belum sebanding dengan pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda di bidang keagamaan.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Eko Yunanto menyatakan siap mengawal usulan pembangunan gedung madrasah agar dapat diperjuangkan melalui mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Jawa Timur.
“Insyaallah aspirasi pembangunan gedung madrasah ini akan kami masukkan dalam Pokir yang akan datang. Namun, tentu harus didukung dengan kesiapan administrasi dan pemenuhan regulasi dari pihak yayasan agar proses pengusulannya dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Eko.
Terkait keluhan mengenai rendahnya honor guru ngaji, Eko menjelaskan bahwa pemberian insentif guru keagamaan bukan merupakan kewenangan DPRD Provinsi Jawa Timur secara langsung.
“Untuk honor guru ngaji, kewenangannya berada pada pemerintah kabupaten maupun kementerian yang menjadi mitra DPR RI. Meski demikian, saya tidak akan berhenti sampai di sini. Aspirasi ini tetap akan saya kawal. Jika memang bukan menjadi kewenangan saya, maka akan saya sampaikan kepada pihak atau pejabat yang memiliki kewenangan lebih tinggi agar mendapat perhatian,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari para guru ngaji dan pengurus yayasan. Mereka berharap pemerintah semakin memberikan perhatian terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini berperan penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda, khususnya di wilayah pedesaan.
Melalui kegiatan reses tersebut, H. Eko Yunianto menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga, serta memperjuangkan aspirasi yang menjadi kebutuhan nyata masyarakat sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku.











