Tim Gabungan TNI AL, Polri, Basarnas Temukan Dua Nelayan Hilang Terdampar Di Pulau Nuso Barong

Comment2,338 views
  • Share

Jember,Kuasarakyat.com – Dua orang nelayan asal Warga Dusun Mandaran Dua, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember. Ditemukan selamat dan terdampar di pesisir pantai Pulau Nusabarong sebelah selatan, tepatnya di sekitar Teluk Monyet, Senin (09/10/2023) kemarin.

Dua nelayan itu bernama Ebith Jefriyan (42) dan adiknya Agus (30). Ditemukan selamat sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut Danpos AL Puger Lettu Prayogo Setiawan, kedua nelayan itu sebelumnya berangkat melaut Jumat 6 Oktober 2023 kemarin, sekitar pukul 11.30 WIB. Namun keesokan harinya, Sabtu 7 Oktober 2023. Kedua nelayan itu dikabarkan hilang dan belum pulang oleh keluarganya.

“Selanjutnya dari laporan pihak keluarga atau istri salah satu nelayan itu, kita melakukan proses pencarian. Karena diduga kedua nelayan ini mengalami laka laut dan sesegera mungkin kita membentuk Tim SAR untuk melakukan pencarian,” ujar Prayogo saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Pos Pantau TNI AL Puger, Rabu (11/10/2023).

Dari proses pencarian itu, kata Prayogo, pada hari pertama sampai ketiga dinyatakan nihil.

“Karena saat ini kondisi ombak laut ketinggiannya sekitar 2,5 – 3 meter. Sehingga harus hati-hati dalam melakukan pencarian. Untuk prosesnya yang lama dalam pencarian ini, karena kita menerapkan prosedur pencarian. Karena kita kan tidak langsung mendapat laporan soal kecelakaan nelayan ini. Bahkan proses pencarian kita lakukan dari wilayah perairan Puger sampai di Pantai Paseban, Kencong. Selain itu, kendala kami dalam proses pencarian,” sambungnya.

Namun saat dilakukan pencarian hari keempat, lebih lanjut Prayogo menyampaikan, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari TNI AL Pos Puger, Sat Polair Polres Jember, Satgas Pulau Terluar Pulau Nusabarong, dan Relawan Berandal Alas, berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat.

“Dari proses pencarian itu, kami Tim SAR Gabungan dapat menemukan korban di sisi selatan Pulau Nusabarong tepatnya di Teluk Monyet pada proses pencarian hari keempat. Saat ditemukan korban dalam kondisi selamat, dimana salah satunya lemas karena dehidrasi,” katanya.

Lebih jauh terkait penyebab kecelakaan yang dialami dua nelayan itu. Prayogo menjelaskan, diduga akibat kondisi cuaca berkabut di wilayah perairan pantai selatan.

“Untuk penyebab kecelakaan, karena nelayan tidak mengetahui kondisi di laut itu berkabut dan juga terhempas ombak. Sehingga korban sampai mengalami kecelakaan di sekitar Teluk Kandangan. Korban pun saat ditemukan, jarak dari perahu kandas sekitar 5 Km. Karena menurut penuturan korban, saat itu berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke atas perbukitan di wilayah Pulau Nusabarong,” ulasnya.

Terpisah salah seorang nelayan selamat Ebith Jefriyan (42) saat dikonfirmasi, menceritakan kejadian dirinya yang mengalami kecelakaan laut hingga berhasil ditemukan.

Diakui oleh Ebith, kala itu dirinya berangkat melaut bersama adiknya dengan mengendarai perahu motor sekitar Jumat siang (6/10/2023) sekitar pukul 11.30 WIB.

“Kemudian sekitar pukul 3 sore, datang kabut sangat tebal, kemudian ada ombak tinggi dari belakang perahu sampai dua kali. Sampai menyebabkan perahu saya terbalik. Posisi saat itu saya di bawah perahu, adik saya terluka kaki kanannya ada di atas perahu,” kata Ebith.

Dengan posisi terdampar di atas batu karang dan dikelilingi Kabut tebal, diakui Ebith, dirinya merasa panik dan khawatir akan hempasan ombak.

“Saya berusaha menolong adik saya, karena kakinya luka tidak bisa jalan ataupun merangkak, saya tarik pakai tas kecil saya dibelakang dengan diseret, saya pun tidak bisa jalan dan hanya merangkak karena kabutnya tebal itu. Kala itu jujur saya panik. Karena kondisi kabut, sulit untuk melihat daratan. Untung posisi saya sudah didekat daratan. Waktu itu gak sadar saya harus bagaimana. Saat sudah merasa selamat, saya berusaha berjalan dan tiba-tiba di daratan itu ada 3 ekor ikan yang terdampar. Dengan makan ikan itulah saya berusaha bertahan hidup dengan adik saya,” sambungnya.

Namun karena khawatir tidak ada yang menolong, Ebith saat itu berusaha berjalan ke atas tebing dan bermaksud mencari pertolongan disekitar Pulau Nusabarong.

“Maksud saya mencari pertolongan, apalagi adik saya kondisi terluka dan lemas. Saya pun bermaksud mencari air bersih, untuk minum. Kebetulan saat berjalan itu saya mendapati ada dua botol air minum tergantung. Itu saya kumpulkan, dan dipakai minum saya dengan adik,” tuturnya.

“Tidak terasa sudah berapa hari, saya yang saat itu baru turun dari atas bukit. Melihat ada perahu yang berisi bapak TNI dan sepertinya Basarnas memakai baju oranye. Saya langsung mengangkat jaket yang saya pakai untuk meminta pertolongan. Alhamdulillah saya selamat dan ditolong itu. Untuk luka di kakik adik saya, hanya saya bersihkan pakai air laut agar tidak infeksi. Alhamdulillah kami semua selamat,” imbuhnya. (Gusti)

Comment2,338 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.