Usai Gondol Emas Merantau Jadi TKW, Pas Pulang Langsung Masuk Penjara

Komentar4.050 views
  • Bagikan

Jember, kuasarakayat.com – Pinginnya pulang dan melepas kangen dengan suaminya setelah merantau menjadi TKW, gagal dirasakan oleh Santi (22) Perempuan muda asal Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul Jember, ia yang pernah mengambil perhiasan emas milik tetangganya ini harus tertuju pada jeruji besi Mapolsek Tanggul.

Perisitwa ini sendiri dilakukan pelaku pada 24 Juni 2021 lalu, ia yang belum lama menikah ini berniat mencarikan modal suaminya untuk usaha, namun perbuatannya salah, karena ia mencarikan modal suaminya dari menjual perhiasan emas yang baru dicurinya dari rumah Kiki (37) yang masih satu desa dengannya.

Usai memberikan sejumlah uang kepada suaminya untuk modal dan dirasa kurang, Santipun mengadu nasib ke negeri jiran dengan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW), sekaligus untuk menghilangkan jejak, dengan pemikiran korban tidak mengetahui aksinya atau saat pulang kasusnya akan berhenti.

Namun pemikirannya salah, karena korban yang mengetahui perbuatan pelaku dan melihat pelaku pulang dari perantauan, melaporkannya kepada Mapolsek Tanggul dengan bukti-bukti kepemilikan perhiasan emasnya yang sudah di bawa pelaku.

“Motif pelaku melakukan aksi mencuri perhiasan emas, untuk memberikan modal usaha suaminya, setelah itu pelaku bekerja menjadi TKW, dan ketika kemarin pulang, dan diketahui oleh korban, korban pun melaporkan kasus ini ke polisi,” ujar Kapolsek Tanggul AKP. Miftahul Huda S.Sos.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan disertai bukti-bukti yang kuat, pihaknya pun menjemput pelaku di rumahnya untuk diamankan di Mapolsek Tanggul untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolsek menambahkan, bahwa pelaku sendiri dalam melakukan aksinya dengan cara rumah korban pada siang hari, dimana korban kondisi rumah korban sedang sepi karena ditnggal kerja, kemudian pelaku masuk ke dalam kamar milik korban dan merusak pintu almari tempat korban menaruh perhiasannya.

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan, pelaku mengakui semua perbuatannya, sehingga pelaku kami jerat dengan pasal Pasal 363 dan 365 KUHP tentang tidak pidana pencurian dengan pemberatan, ancamannya maksimal 12 tahun penjara,” ujar Kapolsek.

Akibat dari perbuatannya, pelaku mengalami kerugian yang ditaksir sekitar Rp. 21.750.000,- (Ma)

Penulis: Makrus
Komentar4.050 views
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.