Viral Video Warga Bondowoso Bakar Peti Jenazah Pasien Covid-19, Ini Kronologinya

Comment1,862 views
  • Share
Bakar Peti Jenazah

JEMBER, Kuasarakyat.com – Video warga membakar peti jenazah pasien Covid-19 di Desa Kemirian Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso viral di media pesan WhatsApp. Video berdurasi 1:53 detik itu memperlihatkan beberapa warga membakar peti jenazah.

“Inilah pembakaran peti, Kemirian Bondowoso,” kata salah satu warga dalam video itu.

Setelah ditelusuri, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/7/2021) malam. Lokasinya di Desa Kemirian Kecamatan Tamanan Bondowoso.

Awalnya, peristiwa itu terjadi saat warga melakukan pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 terjadi. Saat itu, warga sudah menunggu jenazah dari RS Koesnadi sejak siang hari. Namun, kesabaran warga habis karena jenazah tak kunjung datang.

Bahkan, hingga sore hari, masih belum tiba. Jenazah warga tersebut baru datang pada malam hari, yakni sekitar pukul 20.00 WIB. Ketika tiba, warga langsung menghadang ambulan itu.

Kemdian, mengeluarkan peti jenazah dari ambulan untuk dimandikan dan disalati. Setelah itu, peti mati dibakar di daerah terdekat. Warga membakarnya secara bersama-sama.

“Info yang saya terima kejadian itu memang benar,” kata Plt kepala BPBD Jember Adi Sunaryadi pada Kuasarakyat.com Sabtu (17/7/2021).

Menurut dia, tim pemakaman jezanah pasien Covid-19 berjumlah sepuluh orang dari BPBD Bondowoso. Mereka berangkat bersama-sama dari rumah sakit untuk memakamkan jenazah. Namun karena warga menghadang, para petugas pemakaman itu pun kabur.

Akhirnya pemakaman tidak dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Warga memandikan sendiri jenazah tersebut lalu mensalatinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso M Imron menjelaskan jenazah tersebut adalah pasien yang sudah dinyatakan Covid-19 pada 13 Juli 2021 lalu. bahkan, dia sudah dirawat di rumah sakit.

“Sudah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Imron.
Dia mengaku pengiriman jenazah cukup lama karena harus antri. Sebab banyak pasien Covid-19 yang meninggal di Bondowoso. Kemudian, tim yang ada di kamar jenazah juga sedikit. Sehingga proses pengiriman jenazah tidak bisa cepat.

Dinkes sendiri akan melakukan tracing pada warga yang memandikan jenazah setelah kondisi psikologi masyarakat reda. Sebab sekarang masih terjadi penolakan. (Bs)

Comment1,862 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.