Jember, kuasarakyat.com – Hujan deras mengakibatkan banjir dibeberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Jember, salah satunya di RW 12 RT 3 dan 4 Gg Bentoel, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.
Komandan Baret Rescue Jember David Handoko Seto mengatakan, Hujan deras tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.
“Jadi tadi sekitar pukul 03.00, sungai sudah tidak bisa menampung air, akhirnya meluap ke pemukiman warga setempat,” ujarnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di lokasi kejadian.
David juga mengatakan, akibat kejadian tersebut, sebanyak 2 RT terdampak banjir. Bahkan terdapat rumah warga yang terendam air.
“Kami kebetulan menangani di Gang Bentoel ini. Disini terdapat 13 KK yang terdampak, terdiri dari RT3 dan RT4,” ulasnya.
Lanjut David, penyebab terjadinya banjir diduga akibat sempitnya saluran air di wilayah setempat.
“Jadi ini memang banjir ini yang jadi kendala adalah terlalu sempitnya saluran drainase, memang tahun kemarin informasinya tidak terjadi banjir di Gang Bentoel ini. Namun di tahun ini sudah 2 kali banjir,” ungkapnya.
“Harapan kami, nanti segera ada evaluasi dari pihak pemerintah, agar nanti dibuatkan saluran atau mungkin kalau terjadi pedangkalan, kita akan adakan pengawasan. Jadi KK yang hari ini terdampak ini menjadi bagian yang harus dievaluasi oleh Pemkab,” sambungnya.
Terkait dengan penanganan rumah warga yang terendam banjir, lanjut David, nantinya akan dilakukan penyedotan air.
“Jadi tim baret rescue untuk di titik Gang Bentoel ini, menghadirkan dua alat alat sedot air atau alkon, yang digunakan membantu warga bergantian untuk menyelesaikan 13 rumah itu tadi,” ujarnya.
Tak hanya di Gg Bentoel, David juga mengatakan, banjir juga terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Jember.
“Jadi banjir hari ini, tidak hanya di Gang Bentoel saja, ada di Bangsalsari Tirnogambar, kemudian di UIN Jember, kemudian tadi juga di Jalan Kalurang, dan Mastrip. Jadi tim baret ini terbagi di 4 titik itu,” ulasnya.
Sementara itu, menurut warga yang rumahnya terendam banjir Suhartatik (70), banjir tersebut datang, kurang lebih 30 menit setelah hujan deras.
“Awalnya hujan deras biasa, tadi juga sudah berhenti hujannya. Kemudian gak lama datang air dari sungai itu,” ujarnya.
Suhartatik juga mengatakan, setiap terjadi banjir, rumahnya tersebut selalu terendam air.
“Kalau untuk air tadi gak begitu tinggi kurang lebih 50cm, tapi karena disini dari teras depan ke ruang tamu jalannya turun. Tadi air juga masuk dari belakang,” ungkapnya.
“Jadi kalau mau banjir itu, harus mindah kasur dan peralatan yang lain ke tempat yang lebih tinggi,” sambungnya. (Rio)








