Akibat Cemari Lingkungan, Ratusan Warga Gruduk Kantor DPRD Minta Tambak Udang Vaname di Tutup

Comment816 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Sebanyak ratusan warga Desa Kepanjen dan Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Jember. Menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Jember, Senin (24/02/2025).

Ratusan warga yang terdiri dari Nelayan, Petani serta Mahasiswa tersebut, meminta kepada DPRD dan OPD terkait, untuk menutup tambak Udang Vaname yang berada di wilayah Kecamatan Gumukmas.

Penutupan tambak yang diminta warga tersebut, bukan tanpa maksud. Warga menilai limbah tambak tersebut, mengotori sungai yang berada di wilayah setempat.

“Pastinya yang diinginkan masyarakat tetap tutup tambak modern, karena sudah berpuluh-puluh tahun produktivitas pertanian masyarakat terganggu akibat adanya tindakan eksploitatif dari tambak, khususnya tambak DGS (Delta Guna Sukses) ini,” ujar Korlap aksi Teuku Muhammad Indra Syahdafi, Senin (24/02/2025).

Selain itu, lanjut pria yang akrab disapa Indra tersebut, di wilayah Gumukmas juga terdapat banyak tambak tradisional milik warga.

“Cuman tambak tradisional itu tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang dicampurkan untuk lebih meningkatkan hasil daripada panen. Cuman masyarakat menggunakan air langsung daripada galian, yang nantinya dibuang ke kali yang malah itu menjadi pupuk tambahan ke pertanian,” ulasnya.

“Pastinya (tambak modern) ini mencemari lingkungan, khususnya di wilayah kali (sungai) dan sepadan pantai. Karena tambak-tambak yang lain yang notabene itu ada puluhan juga berdiri liar di sepanjang pesisir,” sambungnya.

Indra juga mengatakan, menurut pantauannya di lapangan, hanya terdapat bebrapa tambak yang mengantongi izin dari pemerintah.

“Kalau hasil dari kami pernah menghitung dan investigasi ke lapangan, itu ada kisaran 30 tambak dan yang mengantongi izin cuma 2 atau 3 dan salah satunya tidak memenuhi prosedur bagaimana pengelolaan limbah,” ungkapnya.

“Tadi disampaikan di dalam, waktu di ruang hiring tadi, itu katanya ada sekitar 50 tambak yang tercatat. Makanya tadi kami sempat ingin ngobrol langsung, cuman pada akhirnya ditarik keluar untuk mengkondisikan massa,” sambungnya.

Selain menginginkan penutupan tambang tersebut, warga juga meminta adanya terjun lapang dari pihak legislatif untuk melihat secara langsung bagaimana tindakan yang sudah dilakukan oleh tambak tersebut.

“Ini juga akan kami lanjutkan ke eksekutif, karena kita masih berbicara rencana tata ruang yang pastinya ini menjadi lahan-lahan eksekutif,” ujarmya.

Diketahui, setelah berorasi di depan kantor DPRD Jember, Ratusan massa dipersilahkan masuk ke Ruang Banmus, untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Anggota Dewan.

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto mengatakan, pihaknya menyambut baik aspirasi dari masyarakat. Ia juga mengatakan akan melakukan sidak ke lapangan.

“Kami menerima aspirasi dari masyarakat, aspirasinya adalah soal pencemaran lahan pertanian akibat limbah tambak yang kemudian berdampak pada rusaknya ekosistem pertanian, sehingga menurun hasil produksi mereka dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

“Nanti kita cek sekalian, kita cek sekalian di lapangannya, termasuk apakah sebetulnya hanya DGS (Delta Guna Sukses) atau ada yang lain yang juga banyak melakukan pencemaran yang sama. Maka perlu kita telusuri siapa sebetulnya yang bermain atas hak milikan pribadi-pribadi di lahan yang sebetulnya tidak boleh dimiliki secara pribadi,” sambungnya.

Senada dengan Widarto, Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang memiliki wewenang mengeluarkan izin tambak.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan OPD terkait karena secara teknis mereka adalah pelaksana tugas yang ada di wilayahnya masing-masing. Kami rekomendasi dari hasil rapat dengar pendapat tadi, bahwa DPRD diminta untuk melakukan inspeksi mendadak turun ke lapangan,” ujarnya.

“Kami siap melaksanakan tuntutan dari rekan-rekan tersebut, namun kita juga harus melakukan uji di lapangan termasuk juga uji-uji teknis seperti uji lab tanah, air, dan yang lain-lain,” sambungnya. (Rio)

Comment816 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.