Jember, kuasarakyat.com – Kisah Cinta Ahmad Zaenuri (24) warga Dusun Cangkring Baru Desa Cangkring Jenggawah, berakhir tragis, ia yang sudah bertunangan sekitar satu tahun, dan tinggal menentukan hari pernikahan, tiba-tiba dibatalkan sepihak oleh calon mertuanya.
Akibat dari pembatalan sepihak ini, korban depresi, dan nekat mengakhiri hidupnya, dengan cara gantung diri di pohon mangga yang ada di depan rumahnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh bibinya pada jam 5.30 pagi usai melaksanakan ibadah salat subuh, dimana korban dalam posisi tergantung sekitar 5 meter.
Saat melihat korban tergantung, bibi korban berteriak histeris, dan didengar oleh paman korban, kemudian paman korban bersama orang tua korban menurunkan tubuh korban, dengan harapan korban masih bisa diselamatkan, namun upaya ini sia-sia, karena korban sudah meninggal dunia.
Kepala Desa Cangkring H. Akbar, saat dihubungi media ini, membenarkan jika ada warganya yang meninggal karena bunuh diri.
“Benar, kejadiannya tadi pagi sekitar jam 5, korban ditemukan gantung diri di pohon mangga yang ada didepan rumahnya,” ujar H. Akbar.
Informasi lain menyebutkan, jika korban belum lama ini baru pulang dari Bali, kemudian kemarin (Rabu) korban ke rumah tunangannya. “Informasinya, rencana pernikahan korban dengan tunangannya dibatalkan, kemungkinan korban frustasi, karena informasinya korban sudah lama tunangan, sehingga korban depresi” ujarnya.
Tanda-tanda korban akan mengakhiri hidupnya, juga tidak disangka oleh keluarga maupun teman-temannya, karena korban saat cerita kalau pernikahan dibatalkan, tidak ada ekspresi sedih yang berlebihan.
“Kalau sedih sih iya, tadi malam korban memang sempat cerita kalau pernikahannya dibatalkan sama calon mertua, cuma korban masih bisa senyum walau agak sedih, gak nyangka kalau kemudian bunuh diri,” ujar teman korban yang enggan disebut namanya. (Ma)








