Jember,Kuasarakyat.com – Diserang hujan deras sejak sore hari hingga petang. Membuat 600 KK yang tersebar di Desa Ngampelrejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, terendam air luapang sungai Plandingan. Ketinggian air bervariasi, antara 70 centimeter hingga 1 meter pada Minggu,(27/11/2022) malam ini.
Penyebab banjir adalah melubernya aliran Sungai Pladingan di desa tersebut. Maklum Sungai Plandingan yang merupakan sungai Afur atau pembuangan, mengalami pendangkalan.
Kepala Desa menjelaskan, Sungai ini sudah waktunya dilakukan normalisasi, tapi selama 3 tahun belakangan belum ada tindakan dari dinas, hanya janji-janji saja. Kejadian dulu sekitar tahun 2020 terjadi banjir serupa, tapi ya belum ada tindakan normalisasi sampai sekarang.
“Kejadian banjir ini juga bisa disebut langganan tiap tahun, selain dampaknya di lingkungan warga juga menyebabkan lahan pertanian warga ikut terendam. Luasnya puluhan hektare juga,” Kata Nasyihudin Kepala Desa Ngampelrejo saat dikonfirmasi Kuasarakyat.com saat membantu warga terkena banjir.
Jika dihitung kerugian bisa sampai ratusan juta untuk lahan pertanian terdampak banjir. Saat ini masih dilakukan assessment, dibantu juga dari TRC BPBD Jember.
Untuk lahan pertanian, diantaranya yang terdampak banjir komoditas bengkoang, jagung, dan padi. Padahal bengkoang dan jagung ini hampir panen. Kalau seperti ini tidak bisa panen, bahkan jika banjir ini 2-3 hari tidak surut ya bisa busuk. Jelas gagal panen dan ini petani merugi.
Kepala desa berharap segera ada normalisasi di aliran sungai pembuangan pladingan ini. Aliran sungai ini selain melewati wilayah Desa Ngampelrejo, juga Desa Padomasan, dan juga Desa Keting, juga Desa Sarimulyo.
Sementara itu camat Jombang Nuryadi yang turun ke lokasi mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi bersama pihak BPBD. Dan segera melakukan upaya penanganan selanjutnya, dirinya juga mendengar kebutuhan korban genangan air ini.
“Sudah saya laporkan mas, dan kejadian memang terjadi mulai sore kemarin, dan saya ini masih dilokasi banjir bersama pemerintah desa, Tni dan Polri. Saya juga meminta pemerintah mendata dan kebutuhan mendesak bagi korban genangan air, agar, bisa mendapatkan makanan dan pasokan air bersih yang cukup,” Tutup Camat Jombang Nuryadi. (Gusti)











