Bocah 7 Tahun Ditemukan Meninggal di Kanal Kabeanem Banyuwangi

Comment519 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun ditemukan meninggal dunia di aliran sungai Kanal Kabeanem, Dusun Kebondalem, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Rabu (11/03/26) sekitar pukul 14.15 WIB.

Korban diketahui bernama Mohammad Hafidz Al Furqoni (7), warga Dusun Padangbulan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat keterbelakangan mental atau autisme.

Kapolsek Bangorejo AKP Hariyanto, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga yang melihat seorang anak tenggelam di sekitar jembatan Kanal Kabeanem.

“Anggota kami menerima laporan dari warga Desa Kebondalem sekitar pukul 14.15 WIB terkait adanya seorang anak yang ditemukan meninggal dunia di sungai Kanal Kabeanem,” ujar Hariyanto.

Menurutnya, sebelum kejadian orang tua korban sempat pergi ke bengkel sepeda. Saat kembali ke rumah, mereka mendapat informasi dari warga bahwa ada anak tenggelam di sungai dekat jembatan.

“Orang tua korban kemudian pulang untuk memastikan keberadaan anaknya di rumah. Namun setelah dicari tidak ditemukan, mereka kembali ke lokasi jembatan dan mendapati korban sudah ditemukan warga dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Korban kemudian dievakuasi warga dan dibawa ke rumah duka di Dusun Padangbulan, Desa Tegalrejo.

Hariyanto menambahkan, dari hasil pemeriksaan medis luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan pemeriksaan visum luar oleh petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Diperkirakan korban meninggal dunia sekitar satu jam sebelum ditemukan,” katanya.

Ia juga menjelaskan kondisi tubuh korban kurus dan tidak ditemukan luka pada bagian tubuhnya.

“Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat keterbelakangan mental atau autisme,” imbuhnya.

Keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas Hariyanto.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman setempat. (CZ)

Comment519 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.