Diduga Basi, Ratusan Siswa di Jember Tolak MBG

Comment824 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember, sejauh ini tidak pernah ada kendala berarti, namun pada Jumat (26/9/2025) persoalan mulai muncul, terutama di SD Negeri Bintoro 5, SD Bintoro 2, SMP Negeri 15 dan TK Dharma Wanita Bintoro 02.

Dimana siswa di empat sekolah tersebut, enggan menerima dan memakan MBG yang dibagikan di sekolah tersebut, karena tercium bau aneh dan diduga MBG yang dibagikan sudah basi.

Mengetahui hal ini, sontak guru-guru di loembaga sekolah tersebut langsung melakukan tindakan dengan mengamankan MBG, untuk tidak dimakan oleh siswa, bahkan kejadian ini oleh beberapa guru direkam untuk dijadikan bukti.

“Tadi anak-anak tidak mau makan dari MBG, katanya bau, kamipun langsung melakukan pengecekan, dan memang tercium seperti basi, karena kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami langsung mengamankan makanan tersebut,” ujar Nur Fadli salah satu Guru SDN Bintoro 05.

Fadli menambahkan, untuk lembaganya, pada MBG ini mendapatkan jatah 181 porsi makanan, pihaknya pun meminta kepada pengelola dapur MBG untuk bertanggung jawab, meski pihaknya sudah melakukan antisipasi mencegah kemungkinan terjadinya keracunan.

“Tolong kepada ahli gizi ataupun yang ngajakan MBG untuk Patrang jangan main-main kalau makanan untuk anak-anak. Padahal, sudah basi ini tidak layak. Mabuk (keracunan) kalau dimakan,” serunya.

Menurut Fadli, asal-usul makanan dari dapur MBG yang dikelola yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan (TPA) dengan penanggung jawab Achmad Sudiyono.

Berkali-kali dihubungi, Achmad tidak menjawab walau nomor teleponnya dalam kondisi aktif. Pesan konfirmasi yang dikirim kepadanya pun tidak dibalas.

Dapur MBG yayasan TPA merupakan yang pertama berdiri di Jember. Saat peresmian dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Setiap hari dapur tersebut menyajikan sekitar 3.600 porsi makanan yang di distribusikan ke 22 lembaga, anak-anak balita, dan ibu-ibu hamil.

Salah seorang pengelola dapur MBG yayasan TPA, Widi Prasetyo meminta waktu pihaknya untuk menyiapkan bahan untuk menjelaskan. Sehingga, ada perimbangan informasi.

“Saya sendiri tidak kompeten untuk mengklarifikasi masalah ini. Karena berkaitan dengan makanan akan dijelaskan oleh ahli gizi kami. Sekarang waktunya mepet dengan waktu salat Jumat. Setelah salat Jumat nanti ya penjelasannya,” katanya. (Ma)

Comment824 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.