Dilaporkan Kasus Pelecehan Seksual, Mantan Rektor Unipar Angkat Bicara

Comment953 views
  • Share

JEMBER, Kuasarakyat.com – Mantan Rektor Universitas Agopuro (Argopuro), RS buka suara terkait laporan kasus pelecehan seksual pada dosen. Dia menceritakan kronologi sejak dalam perjalanan hingga tiba di hotel daerah Tretes Pasuruan.

RS menjelaskan dirinya memang berangkat bersama empat orang dalam satu mobil. Yakni dirinya, Agus Santoso, Dekan FKIP Unipar, dosen yang menjadi korban serta supir. Tiga orang lelaki, dan satu perempuan.

Posisi duduk mereka di dalam mobil, korban duduk di depan bersama supir. Sedangan RS bersama Agus di bagian tengah. Dalam perjalanan, RS mengaku ingin selonjoran karena kakinya Kemeng.

“Saat saya selonjor, tersenggol tangan korban,” ungkap dia. Namun, dalam laporan korban sendiri, dia mengaku sudah merasa ada indikasi pelecehan seksual saat berada di dalam mobil itu.

Setelah itu, RS tiba di hotel kawasan Tretes Pasuruan. Disana, mereka tinggal di hotel dengan berbeda kamar. Ketika jam makan tiba, RS diajak makan oleh Agus. Setelah itu RS masuk ke kamar korban untuk mengajak makan juga.

Namun sayangnya, ketika hendak membuka pintu, RS spontanitas ingin mencium korban. “Kok saya tidak ada rencana, spontanitas ingin mencium dia, tapi dia mengelak,” aku dia.

Akhirnya, dia minta maaf pada korban karena perbuatannya tersebut. setelah itu, RS keluar dari kamar hotel tersebut. “Saya tidak sampai memaksa, setelah itu keluar,” aku dia.

Akibat perbuatannya, suami korban melaporkan RS pada pihak kampus terkait kasus pelecehan seksual. RS mengaku khilaf atas perbuatan tersebut dan meminta maaf. Selain itu, RS juga membuat pernyataan kesalahan dan kronologinya pada pengurus PPLP PT PGRI Jember.

RS mengaku sudah mendapat sanksi berupa Surat Peringatan (SP) 1. Namun, ada tekanan dari sejumlah karyawan dan dosen yang mendesak dirinya untuk mundur.
Dia berkilah kasus tersebut dipolitisir sehingga menjadi besar dan meluas. Yakni ada yang ingin mengganti jabatan dirinya. “Untuk meredakan suasana, ya sudah saya ikuti, bagi saya tidak ada masalah,” tambah dia.

Dia menilai kasus tersebut kemungkinan merupakan hukuman daru yang kuasa untuk mengingatkan dirinya. “Terus terang saya mengakui khilaf, dan sudah minta maaf pada yang bersangkutan,”tambah dia.

Comment953 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.