Situbondo, Kuasarakyat.com – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo menggelar demonstrasi di kantor Pemkab Situbondo Senin (22/11/2021). Mereka menagih janji Bupati Karna terkait ketersediaan pupuk subsidi.
Mereka sempat bersitegang dengan anggota Polisi Polres Situbondo. Akhirnya, kejadian saling dorong antara PMII dengan Polisi yang berjaga dilokasi tak terelakkan.
Massa tetap menginginkan untuk masuk kedalam gedung dan bertemu langsung dengan Bupati Situbondo. Sementara Bupati Situbondo tidak ada di kantornya.
Yuda, Koordinator Lapangan dan Bidang Advokasi, Pengurus Cabang PMII Situbondo mengatakan aksi itu menagih janji kampanye bupati. Sebelum terpilih berjanji untuk mempermudah ketersediaan pupuk subsidi.
“Ini langkah untuk menagih janji bupati, sampai saat ini masih belum ada iktikad baik untuk merealisasikan janji memudahkan ketersediaan pupuk di Situbondo,” ucap dia.
Demontrasi mulai memanas saat massa mengetahui bupati tidak ada di kantornya. Apalagi, aksi yang dilakukan merupakan waktu kedua kalinya setelah sebelumnya bupati juga tidak bisa ditemui.
“Kita tidak lantas sekedar turun aksi ke jalan tanpa sebab. Kami (PMII) merasa dikecewakan sebelumnya atas audiensi saling diskusi mengenai persoalan pupuk yang langka. Namun audiensi yang kami lakukan, pada hari kamis kemarin tidak ada respon baik. Sehingga kami tidak bisa bertemu dengan bupati,” ungkapnya.
Yuda mengatakan, atas kekecawaan itulah dirinya menggelar aksi demontrasi dengan harapan bisa berjumpa dengan bupati Situbondo.
“Sebagai upaya agar bisa bertemu bupati untuk mencarikan solusi pupuk yang sulit, kami tidak pernah berhasil, sampai aksi demo dilakukan bupati juga tidak bisa ditemui dengan alasan tidak ada dikantor. Akibatnya kondisi dilapangan memanas, sehingga terjadi adu bentrok dengan kepolisian yang sedang berjaga,” jelasnya.
Akibat bentrok, dua kader PMII mengalami tindakan represif, ada oknum anggota polisi melayangkan pukulan kayu dan mengakibatkan mata Husen, salah satu anggota PMII terluka, serta Syukron mengalami luka pada mulut dan baju robek.
“Menyayangkan tindakan represif polisi yang berbuat arogan sehingga anggota kali terluka,” pungkasnya.
Setelah demonstran gagal bertemu bupati, dirinya bersama massa demontran menuju kantor Gedung DPRD Situbondo.
“Kantor DPRD menjadi titik kedua aksi demontrasi. Sebab, DPRD memiliki kewenangan pula atas persediaan pupuk subsidi di Situbondo,” ucapnya.
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat Hadi Prayitno mengatakan pihaknya akan turut memperjuangkan nasib petani dalam memenuhi ketersediaan pupuk subsidi di Situbondo.
“Kebutuhan pupuk kami juga perjuangkan, secara bersamaan saat ini kami juga membahasnya bersama fraksi yang lain. Sehingga ketersediaan pupuk cukup dan petani bisa menjangkaunya,” ucap dia. (Iw/Bs)







