Indeks

H. Rolis Pimpin DPC APTRI PG Pradjekan Bondowoso, Klaim Tebu Kota Tape Terbaik

Comment3,530 views
  • Share
Foto: Pengambilan sumpah jabatan pengurus DPC APTRI PG Pradjekan Bondowoso di Hotel Ijen View, Sabtu (5/2/2022)

Bondowoso, kuasarakyat.com – H. Rolis Wikarsono terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan Bondowoso periode 2022-2027 di Hotel Ijen View, Sabtu (5/2/2022).
H. Rolis terpilih sebagai ketua setelah menang dengan perolehan 27 suara, selisih satu suara dengan H. Ahmad Fatah dengan 26 suara.

Dalam pemilihan tersebut, terdapat empat calon ketua yakni H. Ahmad Fatah yang merupakan petahana, H. Nurudin, H. Umam dan H. Rolis.
Perolehan suara final yaitu H. Ahmad Fatah 26 suara, H. Nurudin 0, H. Umam 11 dan H. Rolis 27.
Dengan perolehan suara tersebut, H. Rolis didapuk sebagai pemimpin petani tebu Bondowoso lima tahun ke depan.

Di periode mendatang, DPC APTRI PG Pradjekan berharap agar program yang dijalankan bisa terus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kondisi saat ini sudah baik. Tapi tentu kita ingin terus ada peningkatan untuk kesejahteraan petani,” ucapnya.
Salah satunya, kata H. Rolis, yakni dengan sinergi antara petani, PG dan instansi terkait.
“Misal bagaimana menghasilkan gula yang MBS (Manis, Bersih dan Sehat), maka kami dari APTRI memiliki tanggungjawab untuk mensosialisasikan itu kepada seluruh petani, sehingga gula yang dihasilkan dari tebu petani Bondowoso sesuai permintaan yang ditentukan,” bebernya.

|Baca Juga: Bondowoso Bakal Susul Kudus dan Sopeng Jadi Sentra Pabrik Rokok, Mungkinkah Terwujud?

Dia menilai gula yang dihasilkan dari tebu Bondowoso adalah yang terbaik.
“Kualitas gula dari tebu PG Pradjekan juara 1 Nasional pada 2021. Ini yang harus kita pertahankan,” terang dia.
Dia menambahkan produksi gula dari tebu PG Pradjekan Bondowoso memerhatikan koridor aturan wajib Manis, Bersih dan Sehat (MBS).
“Petani sudah pandai budidaya tebu, sedangkan PG Pradjekan juga terbukti berhasil bisa menggiling tebu dan menghasilkan gula kualitas bagus. Jadi baik on farm maupun off farm kita masih ungggul,” bebernya.
Berdasar data APTRI PG Pradjekan Bondowoso, total areal tebu di Kabupaten Bondowoso seluas 5 ribu – 6 ribu hektar.
“Jumlah petani sekitar 600 orang. Panen dimulai Mei sampai September,” sebut warga Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso ini.
Ia mengakui bahwa impor gula rafinasi dan raw sugar cukup berpengaruh terhadap kesejahteraan petani.
“Tapi, caranya bagaimana kita bisa mengimbangi dengan peningkatan kualitas gula lokal sehingga layak diterima pasar,” tegasnya. (ad/bs)

Comment3,530 views
  • Share
Exit mobile version