Hendak Cuci Muka, Penyakit Epilepsi Kambuh, Warga Sumber Pinang Tewas di Dalam Sumur

Comment1,873 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Nasib naas dialami oleh Angwari (34) warga yang tinggal Jalan Ki Hajar Dewantara Dusun Jatian Rt. 01 Rw. 06 Desa Sumber Pinang Pakusari Jember, korban yang memiliki riwayat penyakit epilepsi ini meninggal dunia setelah terjatuh kedalam sumur dengan kedalaman 15 meter yang ada dibelakang rumah korban pada Sabtu (30/10/2021).

Menurut Halim tetangga korban, saat itu dirinya sedang membetulkan timba milik korban, kemudian korban keluar dari dalam rumah untuk cuci muka, namun karena timbanya sedang dibetulkan, korban menunggu di pinggir sumur.

“Saat menunggu itulah, korban melihat ke dalam sumur dan terjatuh dan langsung tenggelam, saya langsung berteriak minta tolong kepada warga lainnya, ada yang menghubungi petugas polisi dan juga Damkar,” ujar Halim.

Petugas dengan dibantu warga berusaha menolong korban dan mengevakuasi dari dalam sumur, namun nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan.

Sementara Kapolsek Pakusari AKP. Ali Setihono saat dikonfirmasi media ini membenarkan adanya kejadian warga di Desa Sumber Pinang yang meninggal karena terjatuh di dalam sumur. “Iya tadi ada laporan dari warga di Sumber Pinang, kalau ada korban yang tercebur ke dalam sumur dan meninggal dunia,” ujar Kapolsek Pakusari AKP. Ali Setihono saat dikonfirmasi media ini.

Menurut Kapolsek, dari keterangan beberapa saksi di sekitar TKP, korban memang selama ini memiliki riwayat penyakit epilepsi, saat sudah dinaikkan ke atas, korban sudah meninggal dunia.

“Memang selama ini menurut keterangan keluarganya, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi, kemungkinan saat korban berada di pinggir sumur, penyakitnya kambuh,” jelas Kapolsek.

Kapolsek juga menyatakan, jika keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi, sehingga pihaknya membuatkan surat pernyataan untuk keluarga korban dan menyerahkan jenazah korban ke keluarganya.

“Keluarga korban sudah ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah, sehingga keluarga korban membuat pernyataan untuk menolak dilakukan otopsi,” pungkas Kapolsek. (Ma)

Writer: Ma
Comment1,873 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.