Hirup Gas Beracun saat Kuras Sumur Tetangga, Sugiono Pingsan

Comment1,261 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Sugiono (45) Warga Dusun Krajan Timur Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk, Selasa (19/10/2021) nyaris kehilangan nyawanya, hal ini setelah dirinya pingsan didalam sumur dengan kedalaman 15 meter.

Informasi yang berhasil dihimpun, Sugiono memang selama ini dikenal sebagai penguras sumur, sehingga oleh Saiful tetangganya, ia diminta untuk menguras sumurnya.

“Awalnya korban memasukkan mesin ke dalam sumur untuk menguras, dan tidak ada masalah, namun saat air sudah hanis dan berniat membersihkan sumur, tiba tiba ia pingsan didalam sumur, padahal baru 5 menit ia masuk kedalam,” ujar Saiful.

Melihat Sugiono lemas didalam sumur, dirinya pun minta tolong tetangganya, dan sebagian lainnya menghubungi petugas Damkar Pemkab Jember.

“Kami menerima laporan dari warga, ada orang mendadak lemas saat berada di dalam sumur. Laporan masuk sekitar pukul 13.00 WIB. Kita pun langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan,” kata Suharto Danru Damkar Mako A Pemkab Jember usai mengevakuasi korban.

Saat petugas datang, korban dalam posisi sudah lemas dan pingsan didalam sumur, sedangkan untuk mengevakuasi korban, petugas Damkar dengan dibantu warga mengangkat korban dengan menggunakan selang dan tali tambang.

“Infonya setelah mengangkat air 5 timba, korban ini lemas di dalam sumur. Kemudian kami (petugas Damkar) dibantu warga, melakukan proses evakuasi terhadap korban dari dalam sumur, menggunakan selang untuk mengangkat tubuhnya, karena sulitnya evakuasi dan diameter yang sempit kurang lebih 1 meteran,” jelasnya.

Beruntung, meski sumur sempit, serta berada di dalam rumah, membuat sedikit kesulitan, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi korban dengan cepat, sehingga korban berhasil diselamatkan.

“Proses evakuasi kurang lebih 10 menit, selanjutnya Korban langsung di bawa ke Puskesmas Jelbuk untuk mendapat pertolongan,” sambungnya.

Menurut Suharto, kondisi sumur sudah tidak ada air karena sudah selesai dikuras, namun korban tidak memperhitungkan kondisi dalam sumur, dimana gas karbondioksida masih ada saat korban turun, sehingga langsung menghirup gas tersebut.

“Saat itu kan sumur airnya kering, kedalaman kurang lebih 15 meteran. Saat itu mesin alkon (penyedot air) berada di dalam sumur untuk menyedot air. Korban tanpa menunggu asap karbondioksida mesin hilang, langsung masuk ke dalam sumur. Dugaannya keracunan asap itu dan lemas di dalam sumur,” pungkasnya (Ma)

Writer: Ma
Comment1,261 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.