Jember, kuasarakyat.com – Proses pendafataran calon ketua KONI Jember, Selasa (16/9/2025) memasuki tahapan pengembalian formulir untuk calon ketua hari terakhir.
Ada 18 orang yang mengambil formulir sejak dibuka pendaftaran, dan sampai hari terakhir yang ditutup pada Selasa 16 September 2025 pukul 14.00 WIB, hanya 2 calon yang mengembalikan, itupun 1 calon yang mengembalikan formulir melalui utusannya, ditolak karena melewati 3 menit dari waktu yang ditentukan, yakni 14.03 WIB.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa sampai di sini (kantor KONI) mengembalikan formulir, namun kami terlambat 3 menit, sehingga formulir kami tidak diterima,” ujar Raditya.
Usut punya usut, Raditya tidak mengembalikan formulir untuk dirinya, karena tidak masuk sebagai pengambil formulir, namun yang bersangkutan merupakan utusan dari H. Ponimin salah satu calon.
“Saya kesini utusan dari Haji Ponimin, karena yang bersangkutan berhalangan hadir, dan saya baru bisa mengantar formulir ini, karena baru mendaoatkan tanda tangan dari beliau,” ujar Radit panggilan Raditya.
Saat ditanya apakah karena masih mengkonsolidasikan dukungan dari Cabor, Radit membantahnya, karena 23 cabor yang memberikan dukungan, sudah didapatkan beberapa hari lalu.
“Kalau dukungan cabor sudah didapat beberapa hari lalu, ada 23 yang awalnya mendukung, namun 3 cabor menarik dukungan,” ujarnya.
Pihaknya pun tidak menghormati putusan Panitia yang menolak pengembalian formulir milik H. Ponimin. “Kami menghormati putusan tersebut, dan akan kami sampaikan kepada beliau (H.Ponimin), dan kami juga minta maaf kepada cabor yang telah mendukung beliau,” paparnya.
Sementara 3 jam sebelumnya, atau tepatnya pukul 11.45, Ervan Priambodo mengembalikan formulir terlebih dahulu, dengan mendapatkan dukungan 24 cabor dari 44 cabor yang ada.
“Kami mengembalikan formulir hari ini, yang merupakan hari terakhir pengembalian, setelah ada dukungan dari teman-teman cabor, ada 24 cabor yang mendukung kami, meski beberapa diantaranya masih belum menyerahkan ke kami, tapi sudah komitmen untuk mendukung kami,” ujar Priambodo.
Priambodo berharap, proses pemilihan ketua KONI yang diagendakan digelar pada 11 atau 12 Oktober 2025 mendatang, berjalan fair dan kondusif. “Ya namanya pemilihan, tentu kami berjarak bisa meraih suara terbanyak, ya kalau bisa aklamasi,” jelasnya.
Pihaknya juga menyampaikan, bahwa andai nanti terpilih sebagai ketua KONI, akan merangkul seluruh cabor, untuk bersama sama memajukan olah raga Jember, karena KONI tidak bisa mengembangkan olah raga sendiri tanpa keterlibatan cabor.
“Tetap semua harus kita rangkul, karena ini organisasi, semua cabor bagian dari KONI dan tidak bisa terpisahkan, dan tentunya bagaimana formatur pemilihan nanti, kami menunggu keputusan panitia,” jelasnya.
Mundurnya H. Ponimin sebagai calon ketua KONI Jember, memang sudah santer beredar beberapa hari sebelum pengembalian formulir, informasi yang diterima media ini, mundurnya pengusaha tembakau sekaligus Owner Dira Group ini, karena keluarganya tidak mengizinkan. (Ma)











