Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Kebakaran melanda kandang sapi dan tumpukan barang bekas di Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (06/10/26). Lima ekor sapi yang berada di sekitar lokasi berhasil diselamatkan dari kobaran api.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Api pertama kali diketahui warga bernama Moh Hery Wagino. Saat melihat kejadian, kobaran api sudah membesar dan membakar bagian kandang serta material barang bekas di sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri setelah mengetahui kebakaran.
“Api pertama kali diketahui oleh saksi. Saat pertama kali melihat kejadian tersebut, api telah membesar dan terlihat membakar bagian kandang serta material yang berada di sekitar lokasi,” kata Edy.
Pemilik kandang, Asmai Setyawan (62), yang saat kejadian sedang bekerja tidak jauh dari rumah, kemudian bersama warga berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, upaya tersebut belum mampu mengendalikan kobaran api. Material barang bekas yang mudah terbakar membuat api cepat membesar. Warga akhirnya menghubungi Call Center Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan.
Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.12 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan atau overhaul untuk memastikan tidak ada bara maupun sumber panas yang dapat memicu kebakaran kembali.
“Petugas menyisir dan memeriksa setiap bagian pada kandang sapi serta tumpukan barang bekas yang terbakar, terutama pada area yang masih memiliki potensi menyimpan bara atau sumber panas,” terang Edy.
Dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Tidak ada penghuni yang harus dievakuasi.
Yang menggembirakan, lima ekor sapi berhasil diselamatkan dari ancaman kobaran api. Nilai aset ternak yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai sekitar Rp 60 juta.
Sementara itu, kandang dan barang-barang bekas mengalami kerusakan akibat kebakaran. Kerugian materiil ditaksir sekitar Rp5 juta.
“Untuk korban jiwa maupun luka-luka nihil. Lima ekor sapi berhasil diselamatkan dengan nilai aset sekitar Rp60 juta,” kata Edy.
Dari hasil investigasi awal Damkarmat, kebakaran diduga bermula dari letupan korek api gas yang berada di sekitar tumpukan barang bekas.
Korek api tersebut diduga terpapar sinar matahari dan suhu lingkungan yang cukup panas. Kondisi itu diperkirakan meningkatkan tekanan gas di dalam korek akibat pemuaian hingga menyebabkan letupan.
“Diduga korek api gas yang berada di sekitar tumpukan barang bekas mengalami letupan akibat terpapar panas. Letupan kemudian memunculkan sumber api,” jelas Edy.
Api kemudian menyambar material di sekitarnya. Tumpukan barang bekas yang mudah terbakar membuat kobaran cepat berkembang dan selanjutnya merambat ke bangunan kandang sapi.
Edy mengatakan, kondisi lingkungan yang terbuka serta adanya tiupan angin juga diduga mempercepat pembesaran api dan penyebaran bara ke material mudah terbakar lainnya.
Edy mengimbau masyarakat untuk tidak menempatkan barang-barang yang mudah terbakar di lokasi yang terpapar panas matahari secara langsung. Warga juga diminta segera melaporkan kebakaran agar api dapat ditangani secepat mungkin.
“Ketika mengetahui adanya kebakaran, segera laporkan kepada petugas. Kecepatan informasi sangat penting agar api bisa segera ditangani dan tidak meluas,” pungkasnya. (CZ)
