Kasus Kematian Mahasiswi Unej SP3, Ini Alasannya

Komentar503 views
  • Bagikan

Jember, kuasarakyat.com – Kasus kematian Putri Pujiarti (20) mahasiswi D3 Keseketariatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) asal Desa Wonorejo Kencong Jember yang misterius setelah diantar pulang oleh teman prianya pada Sabtu (10/9/2022) lalu, akhirnya dihentikan oleh pihak Polres Jember alis di SP 3 (Surat Penghentian Penyidikan).

Hal ini disampaikan Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo SIK. SH saat menggelar press conference pada Rabu (27/9/2022) dihadapan sejumlah wartawan dengan didampingi oleh dr. Muhammad Afiful Jauhani, M.H., Sp.FM selaku dokter ahli forensik dan medikolegal RSD dr. Soebandi Jember.

“Sesuai hasil dari penyelidikan dan juga pemeriksaan terhadap korban yang dilakukan oleh tim forensik, korban meninggal bukan karena adanya unsur kesengajaan tapi karena korban memiliki riwayat penyakit, untuk detailnya akan dijelaskan oleh dokter forensik yang melakukan pemeriksaan,” ujar Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo SIK. SH.

Sementara dr. Muhammad Afiful Jauhani, M.H., Sp.FM, dalam kesempatan tersebut menyatakan, bahwa setelah pihaknya melakukan visum luar dengan disaksikan langsung oleh keluarga korban, pihaknya tidak menemukan adanya unsur kekerasan terhadap korban.

“Dari visum awal, yakni visum luar yang disaksikan oleh ibu kandung korban dan juga saudara korban, kami tidak menemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban, kemudian untuk mengungkap kematian korban, pihak Polres Jember mengajukan adanya otopsi dan visum dalam, sehingga kami melakukan 2 langkah otospi, yakni otopsi patologi anatomi dan otopsi forensik,” ujar Afif panggilan dr. Muhammad Afiful Jauhani, M.H., Sp.FM.

Baca Juga:

Dijemput Pacarnya Yang Konon Oknum Aparat, Mahasiswi Unej Pulang Tak Bernyawa

Afif menjelaskan, bahwa otopsi patologi anatomis dilakukan untuk melakukan tindakan identifikasi tubuh jenazah, sedangkan otopsi forensik untuk mendeteksi adanya zat atau benda asing yang ada di dalam tubuh korban yang tidak sesuai seperti racun dan sebagainya.

“Dari otopsi yang kami lakukan, terutama saat melakukan deteksi zat atau benda asing dalam tubuh korban, hasilnya negatif, jadi kematian korban merupakan kematian yang wajar dan akibat dari sakit suatu penyakit yang tidak bisa kami sebutkan, karena menyangkut kode etik kedokteran,” ujar Afif.
Dengan adanya penjelasan dari dokter ahli forensik, Polres Jember menerbitkan SP3 terhadap kasus kematian Pujiarti (20) mahasiswi D3 Keseketariatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Seperti diberitakan sebelumnya, Putri Pujiarti pada Sabtu (20/9/2022) mendatangi tempat kost A salah satu temannya yang ada di Jalan Kalimantan Gang Kelinci, kepada A, korban minta diantarkan ke Masjid Al Hikmah yang ada di kawasan Kampus Universitas Negeri Jember (Unej).

Saat diantar oleh A, diketahui ada teman korban yang membawa mobil sudah menunggunya, sehingga korban langsung masuk ke dalam mobil temannya dan meninggalkan lokasi.

Namun 4 jam berselang, teman pria korban mengantarkan korban ke tempat kos A dalam kondisi tidak sadarkan diri, A sempat meminta kepada teman pria korban untuk dibawa ke klinik, namun permintaan A ini tidak di hiraukan oleh teman korban, sehingga A membawa korban ke Klinik UMC menggunakan grab, namun saat sudah di UMC korban dinyatakan meninggal dunia, sehingga korban dilarikan ke RSD dr. Soebandi untuk dilakukan visum. (Ma)

Penulis: Makrus
Komentar503 views
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.