Bondowoso, kuasarakyat.com – Buntut dituduh bermain proyek, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menantang Syamsul Hadi Merdeka untuk membuat laporan hukum resmi.
Hal itu buntut dari pernyataan kontroversial Syamsul Hadi Merdeka di acara Pertai Persatuan Pembangunan (PPP) Bondowoso yang menyebar ke media sosial.
Ahmad Dhafir menantang Syamsul Hadi Merdeka untuk melaporkannya ke aparat penegak hukum jika memang dugaannya benar atau jika tidak, maka legislator PKB ini yang akan melaporkan balik atas dasar berita bohong.
Syamsul Hadi Merdeka adalah mantan anggota DPC PKB yang saat ini pindah ke DPC PPP Bondowoso, menjabat sebagai Bidang OKK3 DPC PPP Bondowoso.
Syamsul Hadi Merdeka dalam video yang tersebar di media sosial menyebut, banyak jalan rusak karena ada yang bermain proyek.
“Mereka-mereka yang bermain proyek yang bekerjasama dengan kantor timur yang nama ketua DPRD dan kroni-kroninya,” terang Syamsul Merdeka dilansir dari video yang diterima KuasaRakyat.com.
Di sisi lain, pada gelaran ‘Pemahaman Politik Demokrasi’ yang diadakan di Ponpes Darul Fiqri, Kecamatan Wringin, Ketua DPRD Ahmad Dhafir menegaskan bahwa ia menantang Syamsul Hadi Merdeka untuk melaporkan jika memang Ketua DPRD dan kroni-kroninya bermain proyek.
“Makanya ngomong jangan seenaknya saya bilang. Kalau betul DPRD dan kroni-kroninya melakukan kegiatan proyek, silahkan laporkan,” tegas Ahmad Dhafir, Selasa (8/3/2022).
“Saya tunggu laporannya. Tapi kalau tidak, saya yang akan melaporkan. Kenapa? Karena ini berita bohong,” sergahnya.
Ahmad Dhafir menegaskan, pihaknya dalam kesempatan itu hadir sebagai kapasitas Ketua DPRD Bondowoso dan wakil rakyat yang membawa aspirasi masyarakat.
“Katanya Bondowoso tanpa korupsi, Bondowoso tanpa Pungli, Bondowoso tanpa jual beli jabatan, tidak salah saya tanya. Kan janjinya memang,” urai Ahmad Dhafir.
Ia justru menantang adu data jika memang eksekutif tidak melakukan korupsi dan pungli, sebab ia telah mengantongi data tersebut.
“Tapi faktanya apa yang terjadi. Kata siapa tidak korupsi. Kata siapa tidak pungli. Kata siapa tidak jual beli jabatan. Lengkap sudah!,” tegas Ketua DPRD.
“Kan tidak salah jika saya tanya, katanya tanpa korupsi. Loh katanya tanpa jual beli jabatan. Faktanya?,” imbuhnya.
Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir mengutip pernyataan Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rachmat yang menyatakan Bondowoso marak jual beli jabatan.
“Pemilik rumah itu lebih tahu isi rumah. Bupati dan Wakil Bupati itu suami istri. Kalau istri saja ngomong bahwa Bondowoso ini marak jual beli jabatan, kan berarti betul,” sindirnya. (ad)











