Lapor Polisi Saat Hamil, Korban Pencabulan Pacar di Jember Melahirkan Mencari Keadilan

Comment3,875 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Markonah (17) korban pencabulan yang dilakukan oleh pacarnya sendiri, sebut saja Kamandanu (23) pemilik sound system yang masih tinggal satu kecamatan dengan korban di kecamatan Sumberjambe Jember, mencari keadilan terkait laporan kasus pencabulan yang dialaminya ke Mapolres Jember pada Juli lalu.

Dimana saat korban melaporkan pencabulan yang dialminya, korban dalam kondisi hamil 6 bulan, hingga kini korban melahirkan bayi mungil nan lucu berjenis kelamin laki-laki berusia 2,5 bulan, keluarga korban masih belum mengetahui perkembangan kasus yang menimpa korban.

“Saya sudah dua kali dipanggil ke Polres untuk dimintai keterangan, terus 2 kali menanyakan ke Polres terkait laporan kami, tapi sampai saat ini, kami tidak mengetahui, sampai mana laporan kami, sampai adik saya melahirkan, saya merasa laporan saya seperti mandeg,” ujar Rojali kakak korban saat bertemu sejumlah wartawan Jumat (1/12/2023).

KBO. Satreskrim Polres Jember, Iptu. Dwi Sugiyanto, saat dikonfirmasi wartawan menyatakan, bahwa terkait kasus tersebut, sampai saat ini masih berlanjut, dan masih penyelidikan, sejauh ini sudah ada 4 saksi yang sudah di periksa di Mapolres Jember.

“Kasusnya masih berlanjut, kami pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, sejauh ini sudah ada 4 saksi yang kami periksa, mohon bersabar dulu, yang jelas kasus masih jalan,” ujar Iptu Dwi Sugiyanto.

Markonah sendiri menceritakan, bahwa awal dirinya kenal dengan Kamandanu, sekitar bulan September 2022, melalui whatsapp, dimana pelaku yang mendapatkan nomor korban dari temannya, menghubungi korban untuk dijadikan pacar.

“Saya dihubungi dulu oleh pacar saya, saya tanya dapat nomor saya dari mana, katanya dikasih teman saya,” ujar Markonah.

Setelah 2 bulan berpacaran dengan pelaku, korban diajak jalan-jalan, kemudian diajak mampir ke hotel Oleng Sibutong yang ada di kawasan Arjasa, saat itu korban tidak tahu maksut pelaku mengajaknya mampir ke hotel tersebut.

“Saat saya tanya, mau apa mampir ke sini, kata pacar saya, kamu diam saja, dan gak usah banyak tanya, terus saya di masukkan ke dalam kamar, saya pun berpikiran negatif, dan berteriak minta untuk pulang, tapi saya terus dipaksa agar melayani nafsunya, karena takut, akhirnya saya terpaksa menuruti keinginannya,” ujar Markonah menceritakan.

Markonah sempat menangis, setelah di setubuhi oleh pelaku, namun saat itu pelaku, berjanji, jika sampai hamil, pelaku bersedia bertanggung jawab untuk menikahi.

Rupanya kejadian yang pertama ini, membuat pelaku ketagihan, sehingga beberapa kali pelaku menghubungi korban dengan pesan chat whatsapp, untuk kembali melakukan hubungan badan. “Sudah beberapa kali pacar saya mengajak berhubungan badan, melalui pesan whatsapp, tapi setelah menyampaikan keinginannya, pelaku langsung menghapus pesannya,” beber Markonah.

Hingga akhirnya korban hamil, dan baru diketahui oleh keluarganya, saat usia kandungan sudah memasuki bulan ke 6. “Saat itu saya tidak berani bilang ke orang tua, takut di marahi, orang tua baru tahu saat perut sudah besar, kemudian lapor ke kepala desa untuk selanjutnya ke Polres Jember,” pungkas Markonah. (Ma)

Comment3,875 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.