Mediasi Antara Warga dan PG Semboro soal Abu Pabrik, Begini Hasilnya

Comment3,705 views
  • Share

JEMBER, kuasarakyat.com – Persoalan abu pabrik dari PG Semboro selama ini dikeluhkan oleh warga. Untuk itu, pihak Pemerintah Desa Semboro bersama dengan Muspika Semboro menggelar mediasi antara warga dengan pihak PG Semboro di balai desa Semboro Kamis (24/6/2021).

Mediasi itu diikuti oleh perwakilan warga dari 4 dusun yang ada di Desa Semboro. Kemudian dari pihak PG Semboro yang diwakili oleh Yudho Rahadityo Utomo selaku humas dan Dedy Yuda Utama ST selaku Manager Teknik.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa warga mengeluhkan polusi udara yang ditimbulkan dari abu PG Semboro. Polusi dari abu pabrik sudah terjadi sejak lama.Sedangkan kompensasi dari pihak PG sejauh ini belum dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Hadi Lukito warga Dusun Semboro Kidul mengatakan keberadaan PG Semboro memang memberikan dampak ekonomi pada warga sekitar. Banyak karyawan yang berasal dari Semboro. Selain itu, PG ini sudah menjadi ikonik Semboro.

“Namun hal ini tidak serta merta pihak PG mengabaikan adanya dampak lingkungan tanpa ada kompensasi,” kata dia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ahmadi dari Dusun Semboro Lor. menurutnya, dampak ekonomis dengan adanya pabrik hanya dinikmati oleh mereka yang keluarganya bekerja di PG dan petani tebu. Sedangkan bagi warga seperti dirinya yang bukan petani tebu, tapi terdampak dari abu, harus ada solusi dari pihak PG.

“Saya yakin 75 persen warga di Semboro tidak setuju jika PG harus tutup, namun kami yang bukan petani tebu dan tidak bekerja di PG, yang merasakan dampak dari abu pabrik, tidak bisa serta merta diabaikan, pihak PG harus bisa memberi solusi,” ujar Ahmadi.

Humas PG Semboro Yudho Rahadityo Utomo mengatakan, pihaknya selama ini tidak pernah menerima pengaduan maupun keluhan soal abu pabrik dari warga, baik secara langsung maupun melalui surat, pihaknya hanya mendengar dari berita saja soal keluhan warga.

“Selama ini kami belum pernah menerima keluhan dari warga, baik datang secara langsung maupun melalui surat, kami hanya mendengar saja soal keluhan warga ini disampaikan ke kepala desa, sehingga saya melihat seperti ada tendensi dari pihak-pihak tertentu,” ujar Yudho.

Yudho berkilah gangguan lingkungan seperti abu pabrik yang ditimbulkan oleh PG Semboro, masih diambang batas wajar. Keberadaan PG Semboro juga menyokong ketahanan pangan secara nasional.

“Dampak abu yang ditimbulkan dari PG Semboro ini saya menilai masih terbilang wajar, Jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Desa Grenden, di Grenden ada pabrik gamping, polusi di Grenden lebih parah yang ditimbulkan daripada di sini (Semboro), namun warga disana menyadari jika keberadaan batu kapur memberi nilai ekonomis, pun demikian dengan PG Semboro ini, namun meski demikian, kami tetap akan berupaya semaksimal mungkin mengurangi polusi udara yang selama ini dikeluhkan oleh warga,” jelas dia.

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Dedy selaku Manager Teknik PG Semboro, bahwa pihaknya saat ini sudah berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan limbah pabrik terutama yang berdampak sosial, jika sebelumnya limbah terutama abu PG tidak ditampung, kini pihak PG sudah menyediakan lahan untuk menampung limbah abu di sisi barat PG seluas 1,3 hektar.

“Tahun ini jika masih dirasa ada dampak, akan kami evaluasi lagi dan akan kami perbaiki, mudah-mudahan tahun depan sudah tidak ada dampak lagi,” ujar Dedy.

Sedangkan ketika disinggung soal CSR (Corporate Social Responsibility) yang dikeluarkan oleh pihak PG Semboro, Yudho menjelaskan bahwa PG Semboro hanyalah unit kerja, dimana managemennya ada di Surabaya, sehingga kewenangan dan keputusan ada di managemen.

“PG Semboro ini kan hanya unit kerja, soal CSR ranahnya managemen di Surabaya, dan yang ditangani tidak hanya PG Semboro, tapi ada 14 pabrik, dan kami melihat di pabrik-pabrik lain hal seperti ini tidak ada, jadi turunnya CSR tidak hanya disini saja, tapi di daerah lain juga,” beber Yudho.

Sementara Antoni selaku kepala desa Semboro, kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya hanya menjembatani mediasi antara warga dengan pihak PG. Ada perwakilan dari Surabaya yang sudah menyiapkan pembangunan infrastruktur di wilayah Desa Semboro.

“Memang soal CSR, kemarin dari perwakilan Surabaya siap membantu infrastruktur berupa rabat beton di Rowotapen, karena jalannya rusak dan sering dilewati oleh truk pengangkut tebu, dan ini kami apresiasi juga, namun soal dampak abu yang dikeluhkan warga, juga perlu disikapi,” pungkas Antoni.

Comment3,705 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.