Mitos Kaum Hawa Pandai Kelola Keuangan, Faktanya Justru Sebaliknya

Comment544 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Jika ada mitos bahwa kaum hawa pandai mengelola keuangan, hari ini bisa terbantahkan oleh data yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan Jember.

Data yang ada di SNLIK (Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan) tahun 2024 dan 2025 ada penurunan Literasi Keuangan bagi kaum hawa atau emak emak, yakni turun 1,17 persen.

Hal ini berbanding terbalik dengan kaum Adam yang meningkat secara signifikan dari tahun 2024 ke 2025 yakni 3,18 persen.

Nah, akibat turunnya Literasi Keuangan di kalangan kaum hawa, Otoritas Jasa Keuangan Jember mulai melakukan beberapa langkah. Termasuk mengedukasi perempuan perempuan yang bersentuhan langsung dengan LJK (Lembaga Jasa Keuangan).

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala OJK Jember Muhammad Mufid saat memberikan paparan dalam kegiatan Media Gathering Sekar Kijang (Se Karesidenan Besuki dan Lumajang), di NK Resort Kabupaten Malang, Kamis (18/09/2025).

Padahal kaum hawa memegang peran penting dalam mengelola keuangan. Mulai hal yang paling dasar yakni mengelola keuangan keluarga, usaha, dan sebagainya.

“Hasil SNLIK 2024,secara komposit indeks literasi keuangan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yaitu masing-masing 66,75% dan 64,14%,” kata Mufid.

“Hasil SNLIK 2025, literasi keuangan laki laki meningkat 3,18 % dan perempuan menurun 1,17 %. Tentu hal ini membuat OJK Jember membuat beberapa terobosan guna menaikkan literasi keuangan pada perempuan,” imbuhnya.

Mufid menambahkan bahwa program pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan indeks literasi keuangan sudah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan Jember.

“Kami ada dua Program yang bisa menaikkan literasi keuangan yakni GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) yang sudah kami lakukan di 39 titik dengan 20.404 peserta, kemudian ada Hari Indonesia Menabung dengan membuka rekening kepada 1.263.412 pelajar,” ulasnya.

“Tentu dari banyaknya sasaran ini kami berharap ada peningkatan pemahaman literasi khususnya bagi kaum hawa. Dan kami terus menerus melakukan peningkatan literasi keuangan dengan sasaran kelompok rentan penipuan keuangan,” lengkapnya.

Otoritas Jasa Keuangan Jember selain melakukan peningkatan literasi dan Inklusi keuangan, juga telah melakukan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan ilegal, dan membuka layanan pengaduan konsumen serta layanan SLIK. (Gusti)

Comment544 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.