Muscab PPP Diwarnai Aksi Walkout 19 PAC, Begini Kata Madini Faruq

Comment1,586 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember yang digelar pada Minggu (5/12/2021) di Aula Hotel Dafam Meotel Sumbersari Jember diwarani aksi walkout 19 PAC (Pengurus Anak Cabang).

Aksi walkout ini menyusul interupsi dari 19 PAC soal LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) ketua DPC PPP tidak diindahkan dalam Muscab tersebut, dimana para PAC menilai telah terjadi banyak pelanggaran selama kepengurusan yang dipimpin oleh Ketua Umum DPC PPP Jember Madini Farouq.

Namun aksi walkout 19 PAC ini ditepis oleh Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq, Menurut mantan ketua DPRD Jember periode 2004-2009, 19 PAC itu keluar dari ruang rapat tanpa memberikan pernyataan apapun soal jalannya proses rapat.

“Jadi kemarin itu saya berada di dalam ruangan, mereka (19 PAC) saat memasuki persidangan yang terakhir yakni pemilihan formatur, ada yang interupsi kepada pimpinan sidang dari DPW. Mengeluhkan saat pembahasan LPJ, mereka tidak diberikan kesempatan untuk bicara,” kata Madini Farouq saat dikonfirmasi, Senin (6/12/2021) pagi.

Menurut Madini Farouq, saat sidang Laporan Pertanggung Jawaban sebelumnya 19 DPC itu sudah berbicara dan menyampaikan pendapatnya. “Lalu pimpinan sidang dari DPW menjawab bahwa ini sidang pemilihan formatur, LPJ sudah selesai di pleno sebelumnya. Sehingga tidak relevan jika di sidang pemilihan formatur masih membahas soal LPJ,” jelas Gus Mamak (panggilan Madini Faruq).

Bahkan Gus Mamak menilai, bahwa kejadian dalam Muscab PPP tersebut sebagai bentuk dinamika politik di internal partai dan menjadi hal yang biasa dalam dinamika partai, bahkan dirinya mengatakan, keluarnya 19 PAC dari forum muscab, lebih tepat dikatakan lebih tepatnya disebut sebagai abstain.

“Atau dianggap tidak menggunakan hak suara. Bukan walkout istilahnya, karena tidak ada pernyataan (dari 19 DPC). Bahkan sampai terakhir (muscab akan ditutup), mereka (19 DPC) dipanggil 3 kali tidak ada (tidak kembali ke ruang rapat)

Dilain sisi, Ketua PAC Kecamatan Panti, Abdur Rohim mengatakan, bahwa aksi walkout yang dilakukan pihaknya bersama dengan 18 PAC lainnya, dikarenakan pihaknya tidak diberikan kesempatan untuk mengkritisi rencana pandangan umum dan LPJ dibawah kepemimpinan Madini Faruq.

“Kami melakukan aksi walk out karena tadi saat rapat kami tidak diberikan kesempatan untuk mengkritisi rencana pandangan umum dan pertanggungjawaban Ketua Madini Farouq. Kami 19 PAC punya hak suara dan berhak untuk menolak. Tapi tiba-tiba sudah setuju-setuju saja, bahkan Satgasnya langsung menyuruh peserta rapat yang melakukan interupsi (menyela) diseret (keluar ruangan rapat). Saya (diseret keluar) oleh Satgasnya,” ungkapnya

Sehingga sebagai bentuk protes lanjutan dari pelaksanaan Musycab, Rohim bersama 18 PAC yang melakukan aksi Walk out dan menuntut ke DPW PPP Jawa Timur.

Hal senada juga Husnul Arifin Mansur ketua PAC Pakusari, menurut Husnul, pihaknya melakukan aksi walkout karena interupsi yang dilakukkannya tidak digubris oleh pimpinan rapat. “Kami akan melapor ke DPP dan DPW untuk minta keadilan di wilayah, bahkan nanti kami teruskan ke Mahkamah Partai,” tegas Husnul.

Ia menilai banyak pelanggaran aturan terkait kepengurusan DPC PPP Jember yang dilakukan oleh Ketua Umum Madini Farouq. “Walk out terjadi karena apa yang menjadi aspirasi kami dibelenggu. Sempat beberapa teman instruksi kepada pimpinan sidang, untuk Laoran Pertanggung jawaban (LPJ). Kita hanya dikasih buku LPJ, tidak sempat dibaca. Tidak ada pembahasan, malah kita minta untuk nstruksi, dan minta poin-poinnya sebagian saja yang dibahas.”

Terkait alasan menolak terpilihnya kembali Madini Farouq sebagai Ketua DPC PPP Jember, kata Husnul, karena selama 5 tahun kepemimpinannya banyak komitmen yang tidak pernah tersampaikan baik. (bryan/Ma)

Writer: BryanEditor: Ma
Comment1,586 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.