Pelaku Pembunuhan di Jember Meninggal Karena Terkendala Biaya Operasi Rp. 50 Juta, Kasatreskrim : Kami bersama Kepala Desa Sudah Siapkan Biayanya

Comment5,421 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Meninggalnya AK alias Imam Hakiki pelaku pembunuhan di Dusun Sumberjo Desa Umbulsari Jember, yang diduga karena tidak segera dilakukan tindakan medis operasi, karena terkendala biaya operasi sebesar Rp. 50 juta, begini penjelasan Kasatreskrim Polres Jember AKP. Angga Riatma.

Baca juga : https://kuasarakyat.com/pelaku-pembunuhan-umbulsari-meninggal-dunia/

Menurut Kasatreskrim, pasca pelaku dibawa ke rumah sakit, pihaknya sudah meminta kepada rumah sakit untuk melakukan tindakan medis, termasuk saat diputuskan pelaku menjalani operasi pengeluaran proyektil di pantat pelaku (bukan perut seperti diberitakan sebelumnya).

Namun saat pelaku dibawa ke ruang observasi untuk persiapan operasi, pelaku meninggal terlebih dahulu. “Soal adanya biaya yang diminta pihak rumah sakit Rp. 50 juta, kami sudah menyanggupi, yang penting tindakan medis dulu, namun takdir berkata lain, pelaku meninggal saat masih di ruang observasi,” ujar Kasatreskrim Polres Jember AKP. Angga Riatma Kamis (12/6/2025).

Meski pelaku utama dalam tragedi berdarah di Umbulsari sudah meninggal, pihaknya masih tetap melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi saksi, sampai nanti dilakukan gelar perkara.

“Untuk kasusnya, masih kami dalami untuk dilakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan saksi-saksi, sampai nanti kami lakukan gelar perkara, terkait kasus ini,” jelasnya.

Seperti diketahui, AK alias Imam Hakiki (27) pelaku pembunuhan atas meninggalnya Amanu (57) dan Syafi’i ayahnya sendiri, Rabu (11/6/2025) malam, akhirnya meninggal dunia menyusul korbannya.

Kebenaran meninggalnya pelaku ini didapat media ini dari cerita Choirul yang juga warga sekitar, saat dihubungi media ini pada Kamis (12/6/2025) pagi.

“Iya mas, tadi malam Kiki meninggal dunia, sekitar jam 8 malam, jenazahnya juga sudah dimakamkan tadi pagi,” ujar Choirul tetangga korban dan pelaku Kamis (12/6/2025).

Choirul menambahkan, bahwa kemarin pihak keluarga dihubungi oleh rumah sakit, bahwa untuk mengobati luka tembak diperutnya, keluarga disuruh menyiapkan uang sekitar Rp. 50 juta.

“Karena kondisi yang masih berkabung, juga masih shock, keluarga tidak bisa menyiapkan dana Rp. 50 juta, sehingga pasrah apapun yang terjadi pada pelaku,” tambahnya. (Ma)

Comment5,421 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.