Penyaluran Pupuk Subsidi Diduga Diselewengkan, Orang Mati Tercatat Membeli

Comment2,828 views
  • Share

Bondowoso, kuasarakyat.com – Dugaan penyalahgunaan masalah pupuk ternyata sudah terjadi dalam waktu yang lama, bahkan sejak tahun 2021 lalu. Hal itu terbukti dengan adanya warga yang sudah meninggal dunia, namun namanya dicatut telah membeli pupuk subsidi.

Hal ini terjadi di Desa Sumberdumpyong Kecamatan Pakem. Salah satunya adalah Simin, dia tercatat membeli pupuk subsidi di kios UD Sederhana yang ada di Desa Pakem Kecamatan Pakem pada tahun 2021.

Berdasarkan data penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2021 yang didapat dari sumber Dinas Pertanian, nama Simin sendiri tercatat membeli pupuk subsidi sebanyak 333 Kilogram pada Desember 2021.

Padahal, saat itu atas nama Simin sudah meningal dunia. “Simin itu memang warga sumberdumpyong, tapi sudah meninggal dunia tiga tahun yang lalu,” kata SNS, salah satu keluarga Simin saat dikonfirmasi media ini pada Selasa 23 Januari 2022.

Dengan adanya kejanggalan ini, diduga ada permainan penyaluran pupuk subsidi pada masyarakat atau petani kecil. Sebab, petani selalu kekurangan pupuk subsisi. Sementara alokasi pupuk subsidi untuk Kecamatan Pakem sangat besar.

|Baca Juga: Petani Bondowoso Menjerit, Pupuk Subsidi Langka dan Dijual Dua Kali Lipat dari HET

Apalagi, alokasi pupuk subsidi di Kecamatan Pakem sebanyak 819,251 ton pada tahun 2021 terserap semua. Sementara di lapangan, petani terus selalu kekurangan pupuk subsidi. Ketika datang ke kios juga tidak ada.

“Kalau dia tidak beli, Ini lari kemana pupuknya,” tambah dia.

Sebelumnya diberitakan petani di Kecamatan Pakem Bondowoso menjerit. Sebab harga pupuk bisa diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan, harga bisa dua kali lipat dari HET. Biasanya per kwintal dijual dengan harga Rp 225.000.

Namun faktanya, pupuk subsidi dijual dengan harga di atas HET. Harga yang dijual bisa mencapai Rp 300.000 hingga Rp 400.000.

“Ada yang beli Rp 160.000 setengah kwintal, ada juga yang katanya beli sampai Rp 200.000,” ucap Imam Mahmudi, petani asal Kecamatan Pakem. padahal, HET setengah kwintal itu hanya Rp 112.500.

Writer: Bs
Comment2,828 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.