Satu Abad NU: Mari Dukung Ekonomi Keummatan Abad Kedua

Comment619 views
  • Share

Nadhlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi masyarakat terbesar yang ada di Indonesia dan dunia. Organisasi yang diprakarsai oleh KH. Hasyim Asy’ari dan beberapa ulama terkemuka saat itu, hari ini, 16 Rajab 1444 Hijriah yang bertepatan pada 7 Februari 2023 genap 100 tahun (satu abad) usianya.

Diusia yang genap satu abad ini, tidak dapat dipungkiri bahwa NU sudah banyak berkontribusi untuk Bangsa Indonesia dari berbagai sektor yang ada. Berbicara NU, tentu selalu menjadi tempat tersendiri bagi masyarakat Indonesia, mengingat NU punya sejarah panjang, baik pra maupun pasca-kemerdakaan Republik Indonesia.

Menurut sebuah data, pada tahun 2021, NU memiliki anggota hingga lebih dari 95 juta (2021) yang menjadikannya sebagai organisasi Islam terbesar di dunia.

Dengan angka 95 juta anggota ini tentu menjadi modal penting basis struktural dan kultural, yang, mudah-mudahan saja, bisa mengkonversikan angka ini menjadi sebuah pondasi penguatan ekonomi ke-ummatan di momentum satu abad.

Disadari atau tidak, satu hal yang perlu dijadikan perhatian bersama adalah lapisan sosial ekonomi warga nahdiyin masih berada dalam lapisan bawah, mengingat basis mereka adalah pedesaan. Mereka masih perlu di kolaborasikan kesejahteraanya.

Mereka menjadi kurang beruntung yang “miskin’ secara ekonomi, jauh dari kata sejahtera menjadi penting diperjuangkan oleh NU secara struktural, untuk menghindari keterbelakangan dan mengikuti kemajuan bangsa dengan meningkatkan angka kesejahteraan bagi seluruh anggotanya.

Jika melihat secara historis, sebelum mendirikan NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah mendirikan Nahdlatut Tujjar (kebangkitan para pedagang) pada 1918. Fokusnya, pengembangan ekonomi umat, terkhusus untuk membantu dakwah kiai dan ustaz.

Karena itu, peran dan transformasi NU dalam kebangkitan ekonomi umat ke depan perlu diperkuat. Hari ini diusianya yang sudah mencapai satu abad, sesungguhnya adalah momentum terbaik untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat atas pesatnya globalisasi dan liberalisasi perekonomian.

Itu akan berdampak pada perekonomian masyarakat kecil di perdesaan yang merupakan basis warga NU. NU sebagai salah satu elemen penting bangsa terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan perjuangan itu. NU harus menjadi bagian utama membangun masa depan Indonesia dalam menyongsong tantangan pada era revolusi industri jilid ke-4 dan kompetisi global.

Pada era kepemimpinan Jokowi, NU konsisten memperjuangkan ekonomi umat. Bahkan, program-program utama pemerintah justru mengikuti cita-cita NU di bidang ekonomi.

Untuk mewujudkan kemandirian tersebut, menjadi penting bagi semuanya untuk mendukung memiliki empat agenda strategis NU dalam pengembangan ekonomi keummatan, yaitu pengembangan sumberdaya ekonomi perkumpulan melalui unit-unit usaha, peningkatan ekonomi warga NU, pengembangan ekonomi berbasis pesantren, dan pengembangan ekonomi khusus.

Pada agenda peningkatan ekonomi warga NU, PBNU memfasilitasi inisiatif ekonomi Nahdliyyin Nahdliyyat dengan berbagai program semisal penguatan ekonomi keluarga, literasi dan edukasi keuangan, fasilitasi berbagai koperasi warga NU, pengembangan ekosistem usaha, penguatan akses permodalan, pemasaran, dan lain-lain.

Lembaga Perekonomian NU mengembangkan Program tiga pilar yaitu Bisa Kerja, Bisa Bisnis, dan UMKM Meroket. Sementara Lembaga Pengembangan Pertanian NU berfokus pada pengembangan usaha pertanian dan agribisnis di antaranya dengan program peternakan ayam dan penyediaan benih.

Pengembangan ekonomi pesantren meliputi pendidikan kewirausahaan dan ketrampilan kerja santri, pendirian badan usaha milik pesantren, dan program pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi warga sekitar. Sedangkan pada agenda peningkatan ekonomi khusus, PBNU berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrim, peningkatan kegiatan ekonomi perempuan dan difabel.

Empat strategi tersebut disusun dalam rangka mengakselerasi tujuan kemandirian bagi organisasi dan para nahdliyin. Agenda-agenda strategis tersebut dapat berjalan karena dukungan berbagai pihak di antaranya kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, badan usaha milik swasta.

Beberapa kerjasama yang telah dirintis adalah program wirasantri dengan Kementerian Koperasi & UKM, program kemandirian pesantren dengan Kementerian Agama dan Bank Indonesia, program perdagangan dengan Kementerian Perdagangan, dan berbagai program lainnya.

Dengan mengusung semangat 1 abad berdirinya Nahdlatul Ulama dan menyongsong kebangkitan baru di abad kedua, mari bersama mendukung penuh PBNU untuk terus berusaha untuk merealisasikan agenda-agenda pengembangan ekonomi jam’iyyah dan jama’ah NU sebagaimana mandat Anggaran Dasar NU dan semangat para muassis (peletak dasar) NU.

Writer: Akh. Toharudin, S.HI
Comment619 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.