Sosok Hafid Pelaku Pembunuhan Janda Dimata Tetangganya

Comment8,012 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Hafid Prasetyo Hadi (32) warga Dusun Krajan Desa Bedadung Pakusari Jember yang ditetapkan sebaga tersangka pelaku kasus pembunuhan dengan dugaan awal perampokan di Kabupaten Jember yang terjadi pada Selasa (18/1/2022) siang, dengan korban Prita Hapsari (48) Kampung Osing Jalan Wijaya Kusuma Jember, merupakan sosok yang baik dimata tetangganya. Hal ini Disampaikan oleh Sarbini selaku kepala Desa Bedadung Kecamatan Pakusari Jember.

Menurut Sarbini, pelaku sebenarnya bukanlah warga asli Desa Bedadung, pelaku merupakan warga asli Banyuwangi yang menikah dengan warga Mayang, dan 3 tahun lalu membeli rumah di desanya. “Selama tinggal di desa kami, yang bersangkutan sopan mas, kelakuannya juga baik dan banyak membantu tetangganya,” ujar Sarbini Rabu (19/1/2022).

Bahkan pasca ditangkapnya pelaku usai membunuh korban, dirinya sempat menemui pelaku di Mapolres, kepada dirinya pelaku mengaku, bahwa dirinya memang berniat meminjam uang kepada korban, karena selama ini korban sudah menjadi pelangganya dalam membetulkan alat-alat listrik dirumahnya.

Menurut Sarbini, berdasarkan pengakuan dari Pelaku, bahwa saat itu pelaku berniat meminjam uang ke ibu korban yang bernama Sri Budi Asmara Rini (76) yang tidak lain ibu korban, oleh ibu korban disuruh menunggu korban yang saat itu sedang mandi.

|Baca Juga: Pinjam Uang Ditolak, Tukang Service TV Bunuh Pelanggannya

“Saat saya temui di Mapolres, pelaku mengaku jika ia gelap mata dikejar-kejar hutang oleh Bosnya, sehingga ketika melihat korban memegang uang banyak, ia berniat pinjam, kemudian oleh ibu korban disanggupi, cuma pelaku disuruh nunggu mbaknya (korban) yang masih mandi,” beber Sarbini menirukan pengakuan pelaku.

Namun pengakuan ini masih disangsikan oleh dirinya, sebab pelaku bukan termasuk orang yang tidak punya, pelaku dan istrinya sama-sama bekerja, bahkan dirumahnya juga ada mobil. “Saya juga gak habis pikir, apa benar pengakuan pelaku itu, sebab saat saya ke rumahnya semalam, saya melihat ada mobil dirumahnya, dan kata tetangganya mobil itu milik Hafid,” jelasnya.

Namun mengenai pengakuan pelaku yang ditagih hutang sama bosnya, Sarbini juga tidak tahu, karena pengakuannya, ia membeli rumah di desanya hasil dari hutang ke bosnya, dan oleh bosnya ditagih uangnya, kalau tidak dibayar, rumahnya akan disita.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus perampokan dan pembunuhan yang terjadi di rumah nomor 44 lingkungan Kampung Osing Jalan Wijaya Kusuma Jember mengejutkan warga Jember, bahkan pasca kejadian, muncul pesan berantai yang menyebutkan jika pelaku yang juga bekerja di salah satu toko elektronik di Jember dan menjalani pekerjaan sampingan sebagai tenaga service elektro keliling oleh korban diminta untuk bertanggung jawab terhadap televisi milik korban yang rusak setelah diservice oleh pelaku.

Karena pelaku tidak mau, pelaku berniat keluar dan diteriaki Maling oleh korban, sehingga pelaku kembali masuk ke dalam rumah dan melakukan pembunuhan terhadap korban.

Selain Prita Hapsari yang menjadi korban tewas dan ibunya yang mengalami luka dari peristiwa ini, sejumlah tetangga korban yang membantu korban dengan melumpuhkan korban juga mengalami luka-luka saat duel dengan pelaku, mereka adalah Banaya Sangkala (35) mengalami luka di leher dan Juan Felik (20) mengalami luka di bagian paha sebelah kiri. (Ma)

Writer: Ma
Comment8,012 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.