Tewas Jatuh Dari Ruko Dua Lantai, Polisi Lakukan Olah TKP

Comment137 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Peristiwa jatuhnya seorang pria paruh baya membuat heboh warga di jalan Rembangan Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang, tempat kejadian perkara tersebut. Kejadian ini terjadi pada sebuah Ruko (Rumah Toko) yang lokasinya di dekat jalan raya.

Kejadian ini terjadi diduga sekitar jam 12.00 wib, korban atas nama Holil Budiarto (49) warga Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari ini dikabarkan terjatuh dari lantai dua ruko.

Kanit Reskrim Polsek Patrang IPDA Didit Ardiana menjelaskan bahwa peristiwa ini dilaporkan kepada aparat kepolisian sekira jam 18.00 wib, artinya selisih 6 jam dari kejadian nass tersebut.

“Benar mas tadi sekitar jam 18.00 ada laporan masyarakat bahwa ada seseorang yang jatuh dari lantai 2 ruko. Anggota Polsek Patrang bersama tim Inafis Polres Jember langsung mendatangi TKP di Ruko Jalan Rembangan, Kelurahan Baratan untuk melakukan olah TKP,” kata Ipda Didit, Senin (8/7/2024).

Didit menambahkan bahwa korban saat itu datang ke sebuah ruko milik Abdul Latif warga setempat, dengan keperluan pembenahan proposal. Ruko tersebut juga masih dalam tahap pembangunan untuk dijadikan sebuah kantor.

“Berdasarkan keterangan dari saksi, korban datang pada Senin siang sekitar jam 10.00 WIB ke ruko yang akan dijadikan kantor milik saudara Abdul Latif untuk keperluan pembenahan sebuah proposal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, saat duduk di Balkon itulah, korban terlihat sempoyongan. Kemudian, saat korban berdiri, langsung terjatuh ke lantai dasar dari celah yang ada di balkon lantai 2 itu.

“Sekitar pukul 12.00 WIB, pemilik ruko mengetahui korban sedang berada di Balkon yang ada di lantai 2. Pada saat itu, korban dilihat kondisinya sempoyongan. Kemudian korban terjatuh ke lantai dasar karena ada lompongan (celah) yang masih belum dipagar. Dan kondisi ruko sendiri memang masih dalam tahap pembangunan,” tambah Ipda Didit.

“Untuk jarak dari lantai dua ke lantai dasar itu kurang lebih sekitar 4-5 meter. Korban waktu itu langsung dievakuasi menggunakan ambulans, dibantu oleh warga untuk dibawa ke RS dr Soebandi Jember,” sambungnya.

Namun demikian, lanjut Didit, saat menjalani perawatan di rumah sakit itulah, korban dinyatakan meninggal dunia, karena pada saat terjatuh, korban dalam keadaan kritis.

“Saat dalam perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB. Kalau keterangan dari pihak keluarga, saat korban mendatangi ruko itu memang dalam keadaan sakit. Disitu juga disampaikan oleh pihak keluarga bahwa kondisi korban habis kerokan dan memang sedang tidak enak badan,” sambungnya.

Kemudian, lanjut Didit, jasad korban langsung diserahkan ke pihak keluarga. Pihak keluarga juga enggan dilakukan autopsi dan menerima kematian korban karena musibah.

“Jenazahnya langsung dibawa oleh pihak keluarga dan akan dimakamkan. Keluarga juga menolak autopsi dengan menandatangani surat pernyataan dan menerima kematian korban akibat musibah,” tutup Didit. (Gusti)

Comment137 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.